Breaking News

Buntut Dugaan Suap Mengalir Ke Jaksa, Tim Klarifikasi Kejagung Jadwalkan Pemeriksa Si Perantara Suap PT Brantas Abipraya

Tim Klarifikasi Perlu Meminta Keterangan Dari Tersangka.

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Klarifikasi internal bentukan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) dijadwalkan akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (07/03/2016).

Kedatangan Tim Klarifikasi untuk meminta keterangan terhadap Marudut Pakpahan yakni tersangka kasus suap PT Brantas Abipraya yang saat ini tengah ditangani KPK. Marudut dianggap mengetahui informasi terkait kasus suap yang diduga akan diberikan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Kami sudah layangkan surat ke KPK kalau sedapat-dapatnya kami bisa peroleh informasi meminimal M (Marudut Pakpahan) kedatangan dia ke Kejati itu dalam rangka apa. Tapi yang jelas seperti yang disampaikan Jamwas, kalau kami hanya membatasi masalah pelanggaran etik tidak menyangkut masalah tindak pidananya,” ujar Sekretaris Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (SesJamwas) Jasman Pandjaitan di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (6/4/2016).

Jasman yang juga Ketua Tim Klarifikasi, mengatakan bahwa timnya terlebih dahulu berkoordinasi dengan KPK. “Kami koordinasi bagaimanapun kami dapatkan izin dari KPK untuk mendapatkan informasi karena kami sangat butuhkan informasi,” ujarnya.

Menurut mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat ini, keterangan dari Marudut Pakpahan nantinya akan dikonfrontir dengan jajaran pejabat di Kejati DKI yang telah diperiksa oleh Tim Klarifikasi sehingga kasus ini semakin dapat diperjelas.

“Artinya kalau ada perbedaan ya nanti akan kita lihat dan kita analisa. Jadi untuk sementara agenda selesai. Kami sudah selesai pemeriksaan baik dari Kejaksaan Tinggi maupun dari Pidsus, kita nunggu dari pimpinan KPK apakah kami dibolehkan minta keterangan,” kata Mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung itu.

Seperti diketahui, Tim Klarifikasi telah memeriksa Kepala Kejaksaan Tinggi DKi Jakarta  Sudung Situmorang, Aspidus Kejati DKI Tomo Sitepu, Wakajati DKI M Rum, Kasi Penyidikan Kejati DKI Rinaldi dan Kepala Tata Bagian Usaha Kejati DKI Nur Laila Sari.

Selanjutnya, di internal Kejaksaan Agung sendiri telah diperiksa Direktur Penyidikan Jampidsus Fadil Jumhana dan Kasubdit pada Jampidsus Yulianto terkait dugaan suap yang mengarah ke Kejati DKI Jakarta.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka terkait kasus tersebut yakni, Direktur Keuangan PT BA Sudi Wantoko, Senior Manager PT BA Dandung Pamularno serta seorang perantara suap bernama Marudut Pakpahan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*