Breaking News

Buka Kerja Sama Negara Asia-Afrika, Bauxite Club Urus Proyek Tambang

Buka Kerja Sama Negara Asia-Afrika, Bauxite Club Urus Proyek Tambang.

Rencana dilaksanakannya forum dialog antar negara-negara kaya mineral khususnya komoditas bauksit melalui Bauxite Club dinilai akan semakin membuka peluang usaha dan kerja sama di bidang infrastruktur pertambangan antar negara anggota.

 

Ketua Kelompok Kerja Pembiayaan, Infrastruktur dan Logistik Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Sony B. Harsono mengungkapkan dengan adanya Bauxite Club maka peluang kerja sama dan pertukaran teknologi antar negara-negara anggota akan semakin terbuka.

 

“Khususnya menyangkut peluang usaha di sektor infrastruktur pertambangan,” kata Sony.

 

Pembentukan bauxite club merupakan inisiatif dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan agar meningkatkan kerja sama pertambangan negara-negara di kawasan Asia-Afrika.

 

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo menegaskan untuk meningkatkan kerja sama antar negara, maka Kemenko Kemaritiman tentu akan memberikan dukungan bagi para pelaku usaha, khususnya pelaku usaha yang merupakan produsen mineral.

 

“Tentu, kami akan mendukung penuh untuk meningkatkan kerja sama antar negara di kawasan Asia-Afrika,” katanya.

 

Untuk langkah awal, rencananya akan dibentuk Intergoverment Forum Dialoque antara negara-negara kaya mineral khususnya yang memproduksi bauksit melalui bauxite club pada tahun ini yang akan diikuti oleh forum dialog mineral lain pada masa yang akan datang.

 

Forum dialog tersebut akan membahas pertukaran informasi tentang kebijakan pertambangan, kebijakan  pengelolaan  produksi dan ekspor, kebijakan pengelolaan lingkungan, kebijakan tentang hilirisasi, kebijakan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia serta kerjasama perdagangan, investasi dan alih teknologi.

 

Chairman Asia Africa Business Alliance Didie Soewondho menambahkan forum tersebut akan memiliki peran  strategis dalam tatanan global dan turut menyumbangkan  kemajuan dan keadilan dunia.

 

“Ini menjadi sangat penting bagi kemajuan negara negara Asia Afrika. Sudah saatnya negara negara kaya mineral Asia Afrika bergabung, meningkatkan nilai tambah dalam negeri seperti yang telah dilaksanakan oleh  Pemerintahan   Presiden Jokowi –JK sekarang ini,” ujarnya.

 

Dia menilai dinamika geopolitik dunia saat ini mengharuskan Indonesia tetap melihat Afrika sebagai salah satu sahabat dan partner perdagangan dan investasi masa kini dan masa depan.

 

Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah salah satu pencetus Gerakan Asia Afrika yang dipelopori oleh Presiden Soekarno 53 tahun yang lalu. Menurutnya, hingga saat ini semangat Asia Afrika tetap dihargai dan sebagai perekat kerjasama tersebut.

 

Oleh karena itu, Didie menilai salah satu kerja sama yang bisa dikembangkan adalah membentuk kerjasama negara-negara kaya sumber daya alam terutama  pertambangan. Apalagi, keberhasilan Indonesia meningkatkan nilai tambah sektor mineral khususnya bauksit dan nikel.

 

Keberhasilan tersebut telah diapresiasi oleh negara-negara Afrika seperti dinyatakan oleh Menteri Kerjasama Investasi Republik Guinea Ibrahima Kassory Fofana pada kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu. Seperti diketahui Republik Guinea adalah negara dengan cadangan bauksit  nomor empat terbesar di dunia setelah Rusia, China dan Brasil.

 

“Dalam waktu dekat akan diadakan  kunjungan dan pertukaran delegasi sebagai advance team untuk menyiapkan Forum Dialog tersebut,” pungkas Didie.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*