Breaking News

BPOM Diminta Awasi Produk Halal Dan Non Halal

Perdagangan Bebas Impor Makanan dan Obat-Obatan Kian Tak Terkendali

Perdagangan Bebas Impor Makanan dan Obat-Obatan Kian Tak Terkendali, BPOM Diminta Awasi Produk Halal Dan Non Halal.

Negara diminta melindungi masyarakat dari berbagai serangan produk dengan berbagai label halal atau non halal. Terutama di era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) arus keluar masuk barang dan produk kian tidak terkendali.

 

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Konsumen Cerdas Richard Manahan Saragi meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serius melakukan pengawasan. Selain kian marak produk yang mengandung bakteri dan virus yang masuk ke Indonesia, BPOM harus menindak tegas para pengusaha atau pemasok barang haram itu.

 

“Negara wajib melindungi warganya dari berbagai serangan produk haram. Haram yang kita maksudkan adalah produk yang mengandung racun berbahaya, mengandung kuman, mengandung virus. Di era MEA ini, perdagangan bebas sering dimanipulasi dan disalahartikan oleh banyak produsen, sehingga barang-barang yang tidak layak pun bebas masuk ke Indonesia. Di sinilah peran BPOM harus tegas dan harus sangat serius melakukan pengawasan sekaligus menindak,” tutur Richard, di Jakarta, Rabu (28/12/2016).

 

Dia menyampaikan, pemerintah jangan sampai lengah, dengan dalih untuk memperoleh penghasilan atau pendapatan yang besar, maka hendak diabaikan jaminan kesehatan dan keselamatan produk obat dan makanan bagi masyarakat Indonesia.

 

Perdagangan bebas berupa MEA, lanjut Richard, bukanlah sebagai alasan untuk membiarkan berbagai produk makanan dan obat bebas sebebas-bebasnya ke negara ini.

 

“Peran negara dan pemerintah untuk melindungi masyarakat Indonesia, yang merupakan konsumen terbesar harus dilakukan secara tegas. Pengawasan yang tegas pun harus diterapkan. Jangan lengah, serangan dari berbagai sisi sedang menerpa Indonesia di era perdagangan bebas ini,” ujarnya.

 

Meski bukan lembaga yang memberikan sertifikat halal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengawasi peredaran produk-produk yang non halal. Sebab BPOM juga bertugas mengawasi peredaran produk-produk halal.

 

Apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Indonesia akan diserbu produk-produk impor. Kasubdit Inspeksi Produk Berlabel Halal BPOM Meutia menegaskan, pihaknya akan tetap memeriksa kehalalan produk-produk impor meski sudah berlogo halal dari negaranya masing-masing. Sebab acuan sertifikasi halal di Indonesia tetap berasal dari MUI.

 

“Kita tegaskan kami tidak melihat logo halal. Tapi kami akan melihat dari bahannya, kalau bahannya terkandung bahan yang tidak halal, kami akan panggil,” ujarnya di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

 

Meutia mengatakan, produk-produk impor yang mencurigakan akan diperiksa di laboratorium BPOM. Jika benar mengandung bahan yang tidak halal, maka perusahaan produsen maupun pengedar produk tersebut akan dipanggil.

 

“Kalau meragukan bahannya kami uji di laboratorium kami. Misalnya kalau ada bahan babi, monggo cantumkan logo babi besar berwarna merah, supaya bisa dilihat konsumen. Kalau tidak mau ya dilarang,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*