Breaking News

BPJS Ketenagakerjaan Promosikan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Terintegrasi dalam KARTIN1

BPJS Ketenagakerjaan Promosikan Kartu BPJS Ketenagakerjaan Terintegrasi dalam KARTIN1.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) menjanjikan kartu BPJS Ketenagakerjaan akan siap terintegrasikan dengan nama Kartu Indonesia 1 atau yang disingkat ‘Kartin1’.

 

Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Kartu Indonesia 1 (Kartin1) merupakan sebuah platform yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kartu ini dibuat untuk memfasilitasi gagasan single card atau kartu tunggal dengan berbagai informasi dan fungsi bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

 

Kartin1 ini diluncurkan dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik (e-government) dan membangun data e-government yang terintegrasi.

 

Kartin1 ini dapat digunakan untuk menggabungkan banyak kartu yang dikeluarkan berbagai instansi dalam melayani masyarakat. Dalam Kartin1 dapat diintegrasikan informasi seperti data identitas NIK, data perpajakan, data jaminan sosial, imigrasi, dan identitas lainnya, bahkan dengan izin otoritas yang berwenang dapat digunakan sebagai alat transaksi keuangan elektronik.

 

Diakui Agus, BPJS Ketenagakerjaan merupakan instansi pertama yang melakukan integrasi data dengan DJP dalam Kartin1.  Hal itu disampaikan Agus dalam peluncuran Kartin1 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Gedung DJP, Jakarta, Jumat (30/3). Dia mengatakan, Kartin1 ini dapat memberikan banyak kemudahan bagi peserta.

 

“Dengan Kartin1, nantinya peserta BPJS Ketenagakerjaan  tidak perlu membawa banyak kartu. Kartu ini juga akan dapat digunakan untuk pembelian dan pembayaran kebutuhan sehari-hari,” tutur Agus.

 

BPJS Ketenagakerjaan akan mendukung penuh implementasi platform Kartin1, untuk kesuksesan integrasi data melalui e-government. Implementasi Kartin1 ini juga semakin memperkuat kerjasama pemanfaatan dan pertukaran data antara BPJS Ketenagakerjaan dengan DJP yang sudah dimulai sejak tahun 2014.

 

“Dengan integrasi data yang baik, BPJS Ketenagakerjaan nantinya akan mendapatkan data yang valid yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perluasan kepesertaan dan peningkatan pelayanan kepada peserta,” ujar Agus.

 

Agus juga menjelaskan, pemanfaatan Kartin1untuk peserta secara menyeluruh membutuhkan penyesuaian dalam infrastruktur internal BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Saat ini kami sedang mempersiapkan regulasi dan sistem yang dibutuhkan, untuk  peluncuran kartu BPJS Ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan Kartin1 seperti prototype yang ditunjukkan malam ini bagi peserta pada akhir tahun nanti,” tutup Agus.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*