Breaking News

Bidik Kasus Baru di BUMN Konstruksi, Kejati DKI Jakarta Janjikan Ada Tersangka Baru

Bidik Kasus Baru di BUMN Konstruksi, Kejati DKI Jakarta Janjikan Ada Tersangka Baru.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta segera menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi fasilitas pemberian modal kerja yang penggunaannya tidak bisa dipertanggungjawabkan alias fiktif oleh PT Brantas Abipraya dengan kerugian negara sebesar 5,6 miliar rupiah.

 

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Sarjono Turin mengatakan penetapan tersangka itu merupakan pengembangan dari kasus suap yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

“Secepatnya nanti kita umumkan nama tersangka. Sebelumnya kita sudah menetapkan satu tersangka yakni Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya, Sudi Wantoko,” ujar Sarjono Turin di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (23/03/2017).

 

Menurut Sarjono, tim penyidik akan mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan perusahaan plat merah milik negara itu. “Kita akan tuntaskan penyidikannya,” ucapnya.

 

Sebelumnya, pada awal Maret 2017, tim penyidik Kejati DKI telah melakukan penggeledahan di Kantor PT Brantas Abipraya, Cawang, Jakarta Timur.

 

“Tim penyidik Pidsus melakukan penggeledahan di PT Brantas Abipraya di lantai 3 dan 4 yaitu di lantai 3 tempat Direktur Keuangan dan pada lantai 4 bagian keuangan,” ujarnya.

 

Dalam penggeledahan tersebut penyidik telah mengamankan sejumlah dokumen berkaitan dengan pencairan anggaran fasilitas modal kerja yang mengakibatkan kerugian negara mencapai 5,6 miliar rupiah untuk anggaran 2011 dan 2012.

 

“Tim penyidik menyita satu koper dokumen dan satu unit komputer berikut hardisk eksternal,” katanya.

 

Pada kasus tersebut mantan Direktur Keuangan PT PT Brantas Abipraya, Sudi Wantoko telah divonis tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan subsider dua bulan penjara dan denda 150 juta rupiah.

 

Sudi Wantoko terbukti berniat atau mencoba menyuap mantan Kepala Kejati DKI Jakarta Sudung Situmorang dan mantan Aspidsus Tomo Sitepu sebesar 2 miliar rupiah untuk mengamankan kasus PT Brantas Abipraya yang saat itu sedang disidik.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*