Breaking News

Biarkan Selesaikan Tugas Sampai 2019, Pak Jokowi Jangan Reshuffle Menteri Susi

Jika Diganti, Sektor Kelautan Bisa Kacau Balau

 

Isu reshuffle kabinet kembali merebak. Sejumlah menteri disebut-sebut dibidik akan diganti.

Untuk sektor Perikanan dan Kelautan, Presiden Joko Widodo diminta untuk tidak mengganti Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti.

Koordinator Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru menyampaikan, jika ada pergantian menteri di sektor Kelautan dan Perikanan saat ini, maka kondisi nelayan Indonesia malah makin kacau balau.

“Pak Jokowi jangan reshuffle Menteri Susi sekarang. Biarkan diselesaikan dulu tugas-tugas dan tanggung jawabnya yang sudah dimulainya itu hingga akhir jabatan 2019. Kalau diganti sekarang waduh bakalan kacau balau semua urusan kelautan dan perikanan dan nelayan Indonesia,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Kamis (13/07/2017).

Siswaryudi Heru yang juga Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini mengatakan, selama ini tak bisa dipungkiri, ada banyak perubahan positif bagi Nelayan Indonesia yang mulai ditorehkan oleh Susi dalam memimpin MKP.

Sejumlah program besar bagi kesejahteraan nelayan pun sudah dan sedang dikerjakan oleh Susi.

“Maka akan kacau balau jika dia diganti sekarang. Kembali ke nol dan akan kian berantakan jika tidak diselesaikan hingga 2019,” ujarnya.

Siswaryudi pun meminta Presiden Jokowi agar mempertahankan menteri Susi di posisinya sekarang.

“Agar juga dia bisa memenahi beberapa hal yang masih butuh dibenahi di sisa masa jabatan hingga 2019 nanti,” ujarnya.

Perlu diketahui, lanjut dia, Menteri Susi termasuk menteri yang melakukan pembenahan cepat dan berani di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

“Saatnya nelayan Indonesia dibenahi dengan sungguh-sungguh. Biarkan Ibu Susi selesaikan tugasnya, jangan direshuffle dong,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*