Breaking News

Bertahun-tahun Upah ABK Tak Diberikan, Kok Perusahaan Pelat Merah Ini Tidak Ditindak

Bertahun-tahun Upah ABK Tak Diberikan, Kok Perusahaan Pelat Merah Ini Tidak Ditindak.

Para pimpinan perusahaan pelat merah perlu ditindak tegas karena tidak memberikan upah atau gaji kepada para pekerja. Apalagi, bila upah yang tak dibayarkan itu berlangsung selama bertahun-tahun.

 

Seperti yang dialami karyawan di PT Kalwedo Kidabela, yang kebanyakan berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Sardinela dan Kapal Ferry Egron. Upah mereka tidak diberikan sejak 2014.

 

Pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Provinsi Maluku Gilang menyampaikan, para ABK yang kesehariannya melayani para penumpang Kapal Egron hingga kini tidak dibayar upahnya.

 

“Apes benar nasib para ABK itu. Mereka karyawan, tetapi tidak dibayar upahnya. Parahnya hak yang tak didapat  itu bervariasi, ada yang sejak tahun 2014 belum didapat hingga kini,” tutur Gilang, dalam kiriman siaran persnya, Sabtu (12/08/2017).

 

Dia menduga, telah terjadi tindak pidana korupsi di perusahaan milik pemerintah Kabupaten bertajuk Duan Lolat itu.

 

Direktur Utama PT Kalwedo Kidabela, Poly Sabono berkelit ketika dimintai pertanggungjawaban. Menurut Poly, bukan dirinya yang bertanggung jawab membayarkan upah itu, tetapi perusahaan sebagai institusi.

 

Poly bahkan mengaku bahwa upah atau gaji para ABK itu selalu dibayarkan secara rutin. “Sejak saya menjadi Dirut per September 2016, selalu dibayarkan rutin,” ujar Poly.

 

Karena itu, menurut dia, upah yang belum dibayarkan kepada ABK sejak 2014 bukanlah tanggung jawabnya. “Itu tanggung jawab perusahaan dong,” ujar Poly seraya berkelit bahwa dirinya pun tidak bisa memastikan kapan akan dibayarkan oleh perusahaan.

 

“Gaji ABK sudah dibayar, saya baru laksanakan tugas 2016, ketika saya masuk pembayaran gaji sejak September 2016 proses gaji berjalan dengan lancar. Kalau yang di tahun 2014 itu tetap jadi tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.

 

Gilang menyampaikan, bukan hanya gaji ABK dari PT Kalwedo Kidabela itu yang sejak 2014 tidak dibayarkan, masih banyak ABK lainnya dari PT yang dipimpin oleh Sabono itu yang tak dibayar juga.

 

“Kalau upah, bukan cuma dari tahun 2014 (yang belum terbayarkan) namun ada juga yang belum dibayarkan 13 bulan upah (2016-2017). Tak hanya itu ada karyawan juga di tahun 2017 hanya mendapat upah 4 bulan. Kalau saat bulan Juni 2017 hanya mendapat setengah dari total upah yang harus didapat,” ujarnya.

 

Akibat tak terbayarnya gaji ABK, menyebabkan Kapal Ferry Egron hingga kini tidak dapat melaut.

 

Anehnya, lanjut dia, pihak PT Kalwedo Kidabela beralasan bahwa belum melautnya Kapal Ferry Egron karena tengah menunggu proses Docking di PT Dock dan Perkapalan Wayame di Ambon.

 

“Alasannya sedang proses docking masih berjalan, menyesuaikan dengan waktu. Harus mengurus surat-surat proses berlayar, ada sertifikat yang berlaku 3 bulan dan harus diperpanjang. Katanya Agustus 2017 ini sudah operasi,” ujarnya.

 

Akitivis Anti Korupsi dari LSM Aliansi Indonesia di Maluku, Farham Suneth mendesak pihak Kejaksaan Tinggi Maluku untuk menyelidiki permasalahaan tersebut.

 

Farham juga mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku untuk segera turun langsung menangani permasalaahan hubungan industrial tersebut hingga tuntas.

 

“Kalau berhubungan dengan upah yang belum terbayarkan dari tahun 2014, lantas seperti apa pertanggungjawabannya? Saya menduga ada yang tidak beres dalam penggunaan uang di perusahaan PT Kalwedo Kidabela. Maka kita minta Kejaksaan Tinggi Maluku untuk mengusut dugaan korupsi di perusahaan tersebut,” ujar Farham.

 

Perusahaan dan Pemerintah maupun aparat penegak hukum diminta untuk tidak bermain-main dengan nyawa para ABK. Sebab, menurut Farham, kondisi ini berkaitan langsung dengan keberlanjutan kehidupan dan hak asasi para ABK.

 

“Ini berhubungan dengan upah karyawan, ada proses hubungan industrial juga,karena itu Disnaker Provinsi Maluku juga harus turut andil, mengintervensi, memediasi serta memberikan sanksi jika terbukti perusahaan tersebut telah menyalahi aturan,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*