Breaking News

Bermasalah, Konstruksi Sarang Laba-Laba Versus Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal

Bermasalah, Konstruksi Sarang Laba-Laba Versus Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal.

Pemeriksa Ahli Utama pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementrian Hukum dan HAM menemukan pelanggaran hak paten Pembangunan Pondasi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal milik Ryantori.

Cecep Sumardinata sebagai Pemeriksa Ahli Utama pada HKI mengatakan, pondasi itu diduga telah melanggar hak paten milik PT Katama Suryabumi.

Pelanggaran hak paten tersebut diketahui setelah PT Cipta Anugerah Indotama yang melaksanakan pembangunan proyek Pondasi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal menggunakan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba.

Pondasi Konstruksi sarang Laba-laba milik PT Katama Suryabumi telah memiliki hak paten dengan Nomor ID0018808. Sedangkan PT Cipta Anugerah Indotama kerap melakukan pembangunan Konstruksi Sarang Laba-laba tanpa seijin dari PT Katama Suryabumi.

Cecep menuturkan, pada bagian atas dari struktur bangunan merupakan paten milik PT Katama yang digunakan pada pembangunan. Sehingga terindikasi melanggar Nomor ID0018808 paten Milik PT Katama.

“Sedangkan Nomor IDP000043873 paten PT Cipta Anugerah Indotama yang dilindungi hanya tiang vertikalnya. Yakni yang terdapat pada struktur bagian bawahnya di tengah-tengah pertemuan dinding rib saja, sesuai Nomor IDP000043873,” ungkap Cecep Sumardinata, di Jakarta, Selasa (22/05).

Cecep Sumardinata menyimpulkan, untuk Nomor IDP000043873 paten milik Ryantori jika akan menggunakannya maka harus memiliki ijin atau lisensi milik PT Katama Suryabumi.

Pelanggaran Hak Paten oleh PT Cipta Anugerah Indotama kini ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

“Sedang dalam proses penyidikan, pembangunan yang diduga melanggar hak paten ini diantaranya pembangunan di RSUD Sidoarjo Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Analis Permasalahan Hukum pada Direktorat Paten, Achmad Iqbal Taufiq  membenarkan adanya pelanggaran terhadap Paten milik Pelapor yaitu PT Katama Suryabumi.

Kejadian itu, lanjut dia, telah melanggar Pasal 161 jo Pasal 160 huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten.

Karena dalam melakukan proyek tersebut tidak meminta ijin kepada PT Katama Suryabumi selaku pemegang Paten,” ujar Iqbal.

Konstruksi Sarang Laba-Laba, kata dia, merupakan temuan anak bangsa. Temuan ini merupakan bangunan pondasi ramah gempa yang kerap digunakan di wilayah dengan kontur tanah lunak. Temuan itu pun sudah mendapat hak paten dari Kementrian Hukum dan HAM sejak tahun 2004. “Dan itu diberikan kepada PT Katama Suryabumi,” ujar Iqbal.

Seiring berjalan waktu, lanjutnya, PT Cipta Anugerah Indotama mengklaim menyempurnakan Konstruksi Sarang Laba-laba dengan temuan baru berupa Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal yang kini juga mempunyai hak paten yang berbeda.

Meskipun berbeda hak paten antara Konstruksi Sarang Laba-laba dengan Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal, katanya, tetapi pembangunan Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal tetap menggunakan Konstruksi Sarang Laba-laba.

“Sehingga pembangunan Jaring Rusuk Pasak Vertikal harus seijin PT Katama Suryabumi selaku pemegang hak paten Konstruksi Sarang Laba-laba,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*