Breaking News

Berburu Gembong Teroris Poso, Terjadi Baku Tembak, Dua Orang Tewas, Santoso And The Gang Terpojok

Terjadi Baku Tembak Antara Kawanan Teroris Poso Dengan Satgas TNI-Polri Operasi Tinombala, Dua Teroris Tewas Di Dor

Perburuan terhadap gembong teroris di Poso, Sulawesi Tengah terus digencarkan. Kelompok teroris Santoso dan kelompoknya terus diburu oleh satuan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala.

Operasi Tinombala yang dimulai sejak awal Februari 2016 lalu itu memburu Santoso dkk hingga ke pegunungan dan hutan-hutan Poso. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan dan membuat Santoso dan kelompoknya kian terpojok.

Dalam bakutembak yang terjadi, Selasa (15/3/2016)  antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris Santoso di Pegunungan Talabosa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso menewaskan dua anak buah Santoso.

“Iya benar, dua orang tersebut bukan WNI tetapi WN Uighur,” kata Kepala Satgas Operasi Tinombala Kombes Leo Bona Lubis, Rabu (16/3/2016).

Menurut Leo Bona, yang juga Komandan Operasi Tinombala Poso, jenazah itu diperkirakan tewas pasca adu tembak pada tanggal 28 -29 Februari 2016 lalu di Desa Torire. Kedua jenazah anak buah Santoso yang ditemukan Anggota Satgas Tinombala itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Salah satu dari dua jenazah ditemukan di Sungai Lariang Desa Bada, Kecamatan Lore Selatan.

“Iya ada satu jenazah lagi yang ditemukan di Sungai Lariang. Ada yang (tertembak) di kepala, ada yang di badannya,” tambah Kepala Satgas Tinombala.

Belum diketahui pasti identitas dari jenazah yang ditemukan Anggota satgas Tinombala tersebut. Namun Bona memastikan kedua jenazah yang ditemukan itu bukan warga negara Indonesia.

“Kita belum bisa mengetahui identitasnya, tapi dari data-data yang bisa dilihat, dua ini orang Uighur,” ujarnya.

Santoso saat ini memang dikepung sekitar 3.000 personel gabungan TNI-Polri. Belum diketahui pasti berapa jumlah anggota yang dimiki Santoso saat ini. Namun perkiraannya tidak lebih dari 32 orang.

“Kita tidak bisa memastikan, perkiraan di antara 25 sampai 32 orang,” ujar Bona.

Dalam pertempuran yang terjadi pada Selasa (15/3/2016), Bona memastikan tidak ada anggota Satgas Tinombala yang terluka.

“Enggak ada, sehat wal-afiat semua,” tutup Kepala Satgas Operasi Tinombala.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*