Breaking News

Benci Kepada Petugas Berkulit Putih, Seorang Eks Tentara Kulit Hitam Menembaki Polisi Amerika

Micah Johnson, Seorang mantan prajurit berkulit hitam yang menembaki anggota polisi Amerika berkulit putih di Dallas.

Seorang pria bekas prajurit tentara, diduga telah melakukan penembakan dan menewaskan lima orang anggota Kepolisian di kota Dallas, Amerika Serikat. Tersangka dipastikan sebagai penembak tunggal dan tidak ada kaitannya dengan kelompok teroris.

Micah Johnson, tersangka pelaku penembakan terhadap petugas keamanan Amerika Serikat, diduga melakukan aksinya atas kebenciannya terhadap orang-orang berkulit putih. Pemicunya diduga atas penembakan dua pria berkulit hitam yang diduga dilakukan oleh polisis berkulit putih.

Seperti dilansir dari News.SKY, Sabtu (9/7/2016), Micah Johnson pengikut dari beberapa kelompok militan hitam yang beredar di media sosial seperti di Facebook.

Menurut salah seorang pendiri Club Co Gun, Micah Johnson ingin menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh polisi terhadap orang-orang berkulit hitam.

“Dia melakukannya karena dia ingin melihat segera, mengakhiri kebrutalan polisi, bukan hanya orang kulit hitam, tetapi orang-orang berkulit cokelat, orang miskin, di seluruh Amerika Serikat” ujarnya seperti yang ditulis di News.SKY.

Kepala Kepolisisan setempat, David Brown mengatakan, mereka berhasil menemukan Johnson dikediamannya. Salah seorang Polisi Dallas yang bernegosiasi terhadap tersangka mengatakan, pelaku penembakan sangat marah terhadap orang berkulit putih, terutama para petugas berkulit putih.

Kemudian, pihak kepolisian Dallas mengatakan, Johnson tewas atas serangan aparat dengan menggunakan bom robot.

Polisi kemudian menggeledah kediaman korban dan menemukan gudang senapan, amunisi, bahan pembuat bom, rompi tahan peluru dan juga sebuah jurnal dari taktik tempur yang saat ini sedang dianalisa oleh detektif.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*