Breaking News

Baru Dilantik, Kapolda Sulteng Berjanji Akan Tangkap Teroris Kelompok Santoso Di Poso

Kapolda Sulteng Yang Baru Akan Pimpin Perburuan Teroris Santoso Dkk Secara Langsung

Gembong teroris paling di buru di Poso, Sulawesi Tegah, Santoso alias Abu Wardah belum juga tertangkap. Operasi Tinombala yang dimulai sejak Januari lalu kini akan diperpanjang untuk melakukan pengejaran kembali terhadap Santoso serta dengan kelompoknya.

“Operasi Tinombala seharusnya berakhir Rabu 9 Maret 2016, akan kita perpanjang selama dua bulan,” kata Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).

Sebelumnya, 1.000 personel anggota Brimob dibantu TNI dikerahkan dalam Operasi Tinombala ini. Untuk perpanjangan, Kapolri belum bisa memastikan apakah Personel  Kopasus akan membantu Operasi Tinombala Dua bulan ke depan.

“Belum bisa saya pastian apakah akan ada bantuan dari  personel Kopassus, tetapi kita minta kepada panglima TNI untuk bisa memback-up operasi ini,” ujar Badrodin.

Selama Operasi Camar Maleo I-IV digelar dari Januari 2015 sampai Januari 2016, polisi telah menangkap 24 orang teroris. Tujuh anak buah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur itu tewas dan 17 lainnya sedang dalam proses hukum.

Operasi ini juga mengakibatkan dua polisi dan seorang anggota TNI gugur, dan empat polisi luka-luka. Polisi harus keluar masuk hutan dan naik turun gunung mengejar para teroris.

Selain Kapolri Badrodin Haiti, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi yang baru  dilantik menggantikan Brigjen Idham Aziz, mengaku optimistis dapat membekuk gembong teroris Santoso dan jaringannya.

“Saya yang akan pimpin langsung perburuan Santoso. Saya tidak ingin tinggal diam dipulau saja, saya akan berusah untuk menangkap Santoso dan kelompoknya,” kata Rudy di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).

Meski akan melalui banyak rintangan dalam perjalanan menuju lokasi tempat perburuan Santoso , namun hal itu tidak akan membuat Kapolda baru Sulawesi Tengah itu untuk patah semangat.

“Hutan dan kondisi Geografis memang akan menyulitkan perburuan kami, tapi kami akan terus  berlatih dan harus optimistis. yang penting gimana caranya kami dapat menangkap mereka. Karena  ini operasi gabungan dengan TNI,” jelas Rudy.

Menurut Rudy, anggota personel gabungan TNI dan Polri yang akan diturunkan dalam perburuan Santoso dan kelompoknya masih cukup. Belum diketahui apa rencana yang akan dilakukan oleh Kapolda Baru Sulteng tersebut.

“Saya tidak bisa bicara soal strategi , dan kekuatan Santoso juga tidak bisa terangkan,” pungkas Rudy.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*