Breaking News

Banyak Hakim Korup, MA Harus Dirombak

Tata kelola organisasi di Mahkamah Agung (MA), termasuk rekrutmen hingga promosi hakim tidak jelas.

Hakim Agung Gayus Lumbuun mempertanyakan tata kelola organisasi di Mahkamah Agung (MA), termasuk rekrutmen hingga promosi hakim.

“Baru-baru ini terjadi Ketua PN di Bengkulu tertangkap tangan. Bagaimana waktu memilih, Apa TPM (Tim Promosi dan Mutasi) mempelajari, Apa sudah memenuhi peraturan soal kelayakan dia, Apa track record sebelumnya beri jaminan,” ujar Gayus dalam diskusi di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (26/5/2016).

Gayus juga mengungkap, lembaganya sudah mengalami goncangan, dan sudah saatnya ada reformasi dan perbaikan.

“Kita ketahui carut marut yang menghebohkan. Ini turbulensi peradilan. Kegoncangan luar biasa. Tidak ada anak buah yang salah, yang ada pemimpin yang salah,” kata dia.

Selain itu, Gayus juga mempertanyakan, proses promosi hakim Janner ke PN Kisaran yang cakupannya lebih besar.

“Hakim yang tertangkap ini sedang dipromosikan dengan SK yang dibentuk TPM untuk ke daerah yg lebih besar. Bayangkan, kalau cakupan perkaranya lebih banyak. Ini keanehan,” papar Gayus.

Meski begitu, lebih lanjut Gayus menjelaskan, sejumlah hakim agung berusaha merombak internal MA dengan kumpul-kumpul dan melahirkan sebuah ‘Forum Pembaruan MA’. Namun, tambah dia, peserta forum yang awalnya 31 orang tidak berujung sama ketika pemilihan di tataran MA.

“Ternyata ada kelompok lain bikin pertemuan, jadi turun jadi 20 orang. Pada hari H, suara kami tinggal 18. Saya analisis ada 3 kelompok dan yang paling besar kelompok cari aman. Lalu kelompok oportunis dan kelompok status quo,” pungkasnya.

Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 650 juta. Janner dan keempat tersangka lainnya diduga terlibat suap terkait penanganan kasus korupsi di PN Kepahiang di mana Edi dan Syafri merupakan terdakwanya.

KPK juga menduga uang Rp 650 itu, sebagai imbalan supaya terdakwa Edi dan Syafri divonis bebas. Akan tetapi rencana itu, langsung dipatahkan oleh KPK sebelum palu hakim diketok untuk memvonis keduanya.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*