Breaking News

Bank Mandiri Dorong Partisipasi Swasta dalam Pembangunan

Bank Mandiri Dorong Partisipasi Swasta dalam Pembangunan

Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2017 untuk mendorong investasi swasta agar ekonomi terus tumbuh. Dihadiri oleh para pengambil keputusan di Tanah Air dan sekitar 600 investor dalam dan luar negeri, ajang tahunan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan peluang investasi sektor riil di Indonesia, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang telah diidentifikasi agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, tujuan utama dari forum investasi ini adalah menjembatani kebutuhan informasi investor dan regulator dalam menentukan kebijakan yang terbaik untuk meningkatkan arus investasi di Tanah Air.

“Event ini menjadi kesempatan yang tepat dimana seluruh regulator stakeholder di bidang investasi akan duduk bersama untuk menjawab berbagai keraguan investor untuk menempatkan asetnya di Indonesia. Kami berharap event ini dapat menghasilkan impact yang signifikan pada penyempurnaan iklim investasi di Tanah Air,” tutur Kartika saat membuka event bertema “Reviving Private Investment” itu di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Salah satu hasil nyata dari event itu adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Mandiri dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk membantu meningkatkan investasi pada industri kreatif.

“Kami menyadari bahwa industri kreatif domestik, terutama inovasi pemanfaatan teknologi informasi, memiliki potensi bisnis yang sangat besar dan mampu bersaing di tingkat internasional. Untuk itu, mereka perlu terus didukung sehingga dapat menjadi magnet bagi para investor yang tertarik pada bisnis ini,” ungkap Kartika.

Dalam kajian terkininya, tim ekonom Mandiri Group mengungkapkan Indonesia perlu meningkatkan pertumbuhan investasi dalam jangka menengah untuk melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi yang terlihat sejak paruh kedua tahun lalu. Pasalnya, keterbatasan anggaran pemerintah dalam membiayai seluruh investasi, terutama infrastruktur. Dalam APBN 2017, pemerintah telah mengalokasikan kenaikan anggaran infrastruktur menjadi sekitar Rp387 triliun, atau Rp70 triliun lebih tinggi dibandingkan APBNP 2016. Namun, kebutuhan investasi sektor infrastruktur diperkirakan mencapai sekitar Rp1.000 triliun per tahun.

Tim ekonom Mandiri Group berpendapat, peluang peningkatan investasi swasta (domestik dan asing) di Indonesia masih besar, terutama jika merujuk pada data terbaru seperti pertumbuhan investasi asing yang kembali positif di 2016 setelah mengalami kontraksi sejak kuartal IV tahun 2014 sampai kuartal III tahun 2015.

Bahkan, hasil survei Japan Bank for International Cooperation (JBIC) kepada perusahaan-perusahaan manufaktur asal Jepang pada Desember 2016 menempatkan Indonesia sebagai tempat berinvestasi yang menjanjikan di jangka menengah dan panjang. Sedangkan investor-investor asal Tiongkok bahkan lebih optimis dan mendominasi investasi asing yang masuk ke Indonesia dengan menempati posisi pertama daftar investor terbesar di Indonesia, terutama di industri elektronik, mesin dan metal.

Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengatakan, forum MIF diharapkan dapat memberikan banyak informasi strategis mengenai peluang-peluang investasi yang dapat dilakukan di Indonesia. Mandiri Sekuritas optimistis iklim investasi, termasuk pasar modal, pada tahun ini akan lebih positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Beberapa regulator yang hadir dalam MIF 2017 antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sebagai rangkaian kegiatan MIF, Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas juga mengajak para investor mengunjungi kantor Bank Indonesia dan pabrik pembuatan mobil di kawasan Jakarta Utara pada Selasa (7/2) untuk mendapatkan informasi pertama dari para pelaku investasi di Indonesia. Selanjutnya, para investor juga melakukan one on one meeting serta group meeting dengan pemangku kepentingan dan pelaku usaha guna mengetahui potensi bisnis yang bisa digarap.

Selain mempertemukan investor, dukungan Bank Mandiri dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi diantaranya dengan membiayai pembangunan infrastruktur Indonesia. Hingga akhir tahun lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur sebesar Rp57,3 triliun, dari total komitmen sebesar Rp 104,6 triliun yang dialokasikan pada pembangunan pelabuhan laut, bandar udara, pembangkit listrik serta jalan tol.

Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Business, Consumer Banking serta Treasury. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen Pos/Mantap (UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (asuransi kesehatan), Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe (treasury & financial institution) dan Mandiri Capital Indonesia (Pembiayaan modal ventura).

Hingga September 2016, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 2.505 kantor cabang dan 7 kantorcabang/perwakilan/perusa haan anak di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 17.461 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, lebih dari 269.300 Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan elektronik yang meliputi Internet Banking, Mandiri Mobile, SMS Banking dan Call Center 14.000.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*