Breaking News

Bangun Kedaulatan Perekonomian NKRI, PKL Dan Jam’iyah Batak Bergandengan Tangan

Bangun Kedaulatan Perekonomian NKRI, PKL Dan Jam’iyah Batak Bergandengan Tangan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun mengajak warga Batak melakukan percepatan Revolusi Kaki Lima Indonesia.

“Untuk Merah Putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ali Mahsun, dalam keterangan persnya, Senin (28/08/2017).

Dia menjelaskan, dirinya yang merupakan putra asil berasal dari Mojokerto, Jawa Timur, diundang oleh Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) untuk membicarakan langkah membangun perekonomian rakyat Indonesia dalam Dialog Kebangsaan JBMI-Jam’iyah Batal Muslim Indonesia (JBMI).

“Saya ini asli Mojokerto, Jawa Timur. Begitu diundang JBMI langsung terhentak dan ingat Gajah Mada, ada yang bilang berasal dari Batak. Demi Merah Putih dan NKRI saya putuskan pasti hadir,” ujar Ali.

Maka, lanjut dia, dalam pertemuan berupa Dialog Kebangsaan JBMI-Jam’iyah Batak Muslim Indonesia yang diselenggarakan atas Perintah Presiden Jokowi sebagaimana disampaikan Ketua Umum DPP JBMI H. Albiner Sitompul yang dihadiri Staf Ahli Kemenkop dan UKM Hasan Djauhari dan Brigjen Pol Endang dari Bareskrim Polri, di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/8/2017) lalu itu, Ali pun menyampaikan visi dan misi perjuangan revolusi kaki lima Indonesia.

 “Radikalisme dan terorisme adalah crime and global setting untuk memporak-porandakan Indonesia. Laksana sungai, soal agama dan etnis di Indonesia sudah selesai, ada Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Sebagai muslim saya tidak rela hal tersebut dikaitkan dengan Islam yang rahmatan lil’alamiin. Oleh karena itu, segala bentuk proxywar agama dan etnis harus dihentikan secepat-cepatnya. Kalau tidak atau gagal bisa bubarkan Indonesia sebelum 2020,” tutur Ali.

Menurut Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini, ancaman serius dan nyata saat ini ada diantara Meikarta dan Anti Meikarta yang mewarnai Jawa Barat jelang Pilkada 2018.

“Pada bedah Buku Revolusi Kaki Lima Indonesia di Kampus Universitas Negeri Surabaya, 30 Mei 2017 lalu, saya  perintahkan dari DPP APKLI hingga paguyuban PKL seluruh Indonesia wajib hentikan segala bentuk proxywar agama dan etnis,” ujar Ali.

Dia mengatakan, saat ini, ketidakadilan (unfairness) dan kesenjangan ekonomi makin menganga. Oleh karena itu, lanjut Ali, harus segera dihentikan.

“Karena republik ini milik rakyat dan bangsa kita. PKL dan ekonomi rakyat masih tertindas di negeri sendiri. Ekonomi Indonesia sudah tidak berdaulat lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, APKLI sendiri terus memfokuskan diri secepat-cepatnya mewujudkan Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia. Lima Pilar Revolusi Kaki Lima itu, lanjut dia, sebagai satu-satunya instrumen yang mampu menegakkan kembali ekonomi rakyat.

“Dan merebut kedaulatan ekonomi bangsa dari cengkraman asing untuk menyelamatkan Merah Putih dan NKRI,” katanya.

Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia itu, adalah Revolusi Lahan Usaha dan Perumahan Kaki Lima Indonesia, Revolusi Keuangan, Finance Engenering dan Bank Kaki Lima Indonssia, Revolusi Distribusi dan Pergudangan Kaki Lima Indonesua, Revolusi Teknonogi Informasi dan Komunukasi Kaki Lima Indonesia, dan Revolusi Pendampingan Perang Gerilya Kaki Lima Indonesia.

Dia menjelaskan, antara Jawa dan Batak ada kecocokan Khusus. Bahkan, lanjut Ali, Sumatra Utara kalau Batak (43%) dan Jawa (33%) Bersatu, maka dari Gubernur, Bupati, Walikota, juga DPRD selesai.

“Demikian pula republik kita, dimana Jawa 180 Juta dan Batak 14 juta. Dengan penuh rasa hormat, APKLI mengajak warga Batak Muslim mau pun Non-Muslim di seluruh Indonesia dan di luar negeri untuk bersama dan bersatu dengan elemen kekuatan bangsa lainnya untuk percepat wujudkan Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia demi merah putih dan NKRI,” ujarnya.

Menurut Ali, komposisi suku-suku bangsa yang ada di Indonesia ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Kita semuanya adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt. Yang kami yakini jadi juru selamat Indonesia sebagai bangsa negara merdeka dan berdaulat,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*