Breaking News

Bambang Waluyo: Pendidikan Jaksa Harus Hasilkan Jaksa Yang Ahli, Pintar, Berhati Nurani dan Sangar Menegakkan Keadilan

Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (JAM Bin) /Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Jaksa Agung, Bambang Waluyo: Pendidikan Jaksa Harus Hasilkan Jaksa Yang Ahli, Pintar, Berhati Nurani dan Sangar Menegakkan Keadilan.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menggelar kegiatan Pendidikan, Pelatihan dan Pembentukan Jaksa (PPPJ) angkatan 74 gelombang 2 untuk tahun 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (18/05/2017).

 

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Jaksa Agung, Bambang Waluyo mengingatkan agar 263 Tata Usaha yang ada di kejaksaan seluruh Indonesia yang mengikuti PPPJ agar menjadi corong keadilan, memiliki pengetahuan, keahlian serta hati nurani dalam melaksanakan tugas-tugasnya ke depan.

 

“Dengan adanya pengetahuan yang luas, baik secara teoritis maupun teknis, keahlian dalam membuat dakwaan, tuntutan maupun sebagainya, termasuk komputer atau pengetahuan informasi teknologi, bahasa Inggris dan hati nurani (perilaku) dapat semakin memberikan dampak positif bagi kejaksaan,” kata Bambang.

 

Menurut Bambang, dalam pengertian perilaku itu pastinya akan diajar tentang integritas, agama, dan budi pekerti serta lainnya yang sesuai dengan standar yang berlaku.

 

“Sehingga dengan standar ketiga tersebut, diharapkan para PPPJ yang lulus itu menjadi jaksa yang profesional, integritasnya bagus dan menjadi corong keadilan,” ujarnya.

 

 

Bambang mengatakan, saat ini pemerintah telah menggagas program revitalisasi dan reformasi hukum untuk menciptakan pemanfaatan keadilan dan kepastian hukum dalam rangka memperbaiki tata kelola hukum, yang dilakukan secara holistik dan sistematik, meliputi struktur birokrasi, regulasi, dan budaya hukum sebagai perwujudan salah satu agenda “Nawacita”. Selain itu juga menolak terjadinya kelemahan negara dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

 

Bambang menjelaskan, revitalisasi dan reformasi tersebut merupakan konsepsi yang harus mampu diimplementasikan oleh institusi dan jajaran aparatur kejaksaan dalam berbagai sektor kegiatan, antara lain sektor pelayanan publik, penyelesaian kasus, pembenahan manajemen perkara, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan kelembagaan, maupun pembangunan budaya hukum.

 

“Berkenaan dengan itu, saudara-saudara sebagai calon jaksa haruslah dapat menerjemahkan program revitalisasi dan reformasi hukum ini ke dalam mindset dan aksi nyata sebagai jaksa, sehingga harapan akan adanya keselarasan antara program kejaksaan dengan program pemerintah dapat terwujud,” ucap Bambang di hadapan peserta PPPJ.

 

Hal itu tentunya, lanjut Bambang, hanya akan tercapai apabila jaksa memiliki kemauan untuk terus-menerus belajar dan membekali diri dengan kemampuan dan pengetahuan yang lengkap dengan senantiasa menjaga citra profesi jaksa, sesuai ketentuan Peraturan Jaksa Agung tentang Standar Minimum Profesi Jaksa.

 

Lanjut Bambang, perkembangan teknologi di era digital saat ini menyebabkan kejahatan telah banyak bergeser dari kejahatan konvensional kepada kejahatan digital di dunia maya. Maka dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, diperlukan sosok jaksa yang memiliki pemahaman, pengalaman dan wawasan yang luas mengenai perkembangan teknologi.

 

“Teknologi diarahkan pada penguatan kesatuan dan keutuhan suatu bangsa. Ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila, sehingga yang perlu dikedepankan adalah bagaimana memperkokoh Pancasila sebagai sumber nilai jati diri bangsa dan sebagai fondasi sekaligus acuan dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.

 

Bambang Waluyo yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pembinaan (JAM Bin) itu menambahkan, diantara 263 calon jaksa yang berhasil memenuhi syarat menjadi jaksa akan disebar keseluruh kejaksaan yang ada di tanah air.

 

“Kecuali 10 peserta PPPJ terbaik. Mereka bisa memilih tempat bekerja. Tentunya bukan di kota-kota besar,” ucapnya.

 

Acara pembukaan PPPJ angkatan ke 74 gelombang kedua yang diikuti 210 pria dan 53 siswa wanita ini, dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain, Plt Kabadiklat, M Yusni yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Perwakilan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Komisi Kejaksaan, Sumarno, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati), Mashudi dan para Kepala Kejaksaan Negeri yang berada di bawah naungan Kejati DKI Jakarta.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*