Breaking News

Balai Penegakan Hukum KLHK Beraksi, Tiga Perusahaan Tambang Ditetapkan Sebagai Tersangka, Lima Truk & 25 Ton Pasir Zircon Disita

Balai Penegakan Hukum KLHK Beraksi, Tiga Perusahaan Tambang Ditetapkan Sebagai Tersangka, Lima Truk & 25 Ton Pasir Zircon Disita.

Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Gakkum KLHK) beraksi di Kalimantan Barat. Sebanyak 3 perusahaan tambang zircon ditetapkan sebagai tersangka, 5 truk dan 25 ton pasir zircon disita.

Hari Novianto dari Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan, Seksi Wilayah III Pontianak, Balai Gakkum KLHK Kalimantan mengungkapkan, pada 24 September 2018, Penyidik Balai Gakkum telah menetapkan tiga perusahaan tambang zircon sebagai tersangka. Ketiganya adalah CV Agung Persada, PT Citra Mahkota Lestari, dan PTA Mitra Barata Sena.

Ketiga perusahaan tambang itu disangkakan telah melanggar Undang-Undang No 18 Tahun 2013 Pasal 90 Ayat 2 dan atau Pasal 91 Ayat 2a, dengan ancaman hukum penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, plus denda paling sedikit Rp 5 miliar dan paling banyak Rp 15 miliar.

“Balai Gakkum mengamankan 5 orang pelaku dan menyita 5 truk beserta 25 ton pasir zircon (Zr) sebagai barang bukti. Dari hasil pemeriksaan, Tim menemukan dokumen pengangkutan bahan tambang pasir zircon di Kecamatan Pesaguan, Kabupaten Ketapang,” tutur Hari Novianto, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis (27/09/2018).

Dia melanjutkan, SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak, Balai Gakkum KLHK Kalimantan, dengan dukungan Koordinasi dan Pengawasan Operasional termasuk pembinaan / Bimbingan Teknis Penyidikan dan Administrasi Penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Direktorat Reskrimsus Polda Kalbar, pada 23 September 2018 menahan 5 truk pengangkut pasir zircon dan menggerebek pabrik pengolahan pasir zircon milik CV Agung Persada di Jalan Raya Km 14,5, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat.

“CV Agung Persada bersama PT Citra Mahkota Lestari dan PT Mitra Barata Senas diduga mengangkut dan menampung hasil tambang pasir zircon yang berasal dari kawasan Hutan Produksi Sungai Tengar, Sungai Pesaguan, Kecamatan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,” ujarnya.

Awalnya, ada informasi dari masyarakat. Pada 22 September 2018, tim SPORC membuntuti 2 truk colt diesel yang mengangkut bahan tambang pasir zircon dari dalam kawasan Hutan Produksi Sungai Tengar Sungai Pesaguan dan 3 truk colt disel yang mengangkut pasir zircon dari dalam pabrik pengolahan PAT Mitra Barata Sena, di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, saat menuju ke Pontianak.

Setiba di Pontianak, 23 September 2018, pukul 04.30 WIB, tim SPORC langsung menggrebek 5 truk itu saat tiba di gudang pabrik pengolahan pasir zircon milik CV Agung Persada.

Penyidik Gakkum masih mendalami Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi, petunjuk, surat-surat dan dokumen serta alat bukti lainnya untuk mengungkapkan keterlibatan pelaku lainnya.

“Penyidik Gakkum akan menggunakan berbagai undang-undang (multidoor). Penyidik akan berkoordinasi dengan Korwas Polda Kalbar, Kejaksaan Tinggi Kalbar, dan instasi terkait lainnya,” ujar Hari Novianto.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat yang melaporkan adanya pencurian dan atau penambangan ilegal kepada petugas.

“Saya menghargai kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan tidak kejahatan. Saya mengharapkan kasus ini memberikan efek jera bagi para perusak hutan, dan masyarakat ikut membantu Gakkum mengungkapkan kejahatan yang terjadi,” ujar Sustyo Iriyono.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*