Breaking News

Bahas Kinerja Kementerian, KLHK Gelar Festival Perhutanan Sosial Nusantara

Bahas Kinerja Kementerian, KLHK Gelar Festival Perhutanan Sosial Nusantara.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menggelar Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) pada 6 hingga 8 September 2017 di Jakarta.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Hadi Daryanto mengatakan, penyelenggaraan Festival PeSoNa tersebut merupakan ajang pertemuan antar stakeholder Kementerian LHK untuk membahas kinerja dari Kementerian LHK selama ini.

“Melalui PeSoNa, kami menyediakan satu ruang untuk berkontribusi bahkan mengkritisi apa yang telah dan akan kami lakukan. Di sini juga bertemu antara petani, pemegang izin dan hak pengelolaan hutan,” kata Hadi Daryanto dalam keterangan preslirispersdnya, Selasa, (5/9/2017).

Hadi Daryanto melanjutkan, dalam festifal itu, Kementerian LHK juga akan mempromosikan karya-karya kerajinan tangan hasil hutan.

“Melalui PeSoNA ini, menjadi media promosi produk hasil hutan bukan kayu, bukan hanya kopi, ada gaharu, ada tenun-tenun asli, dan ada sumber-sumber pangan dari hutan,” ujarnya.

Tema yang diangkat dalam gestival PeSoNa tersebut adalah ‘Saatnya untuk Rakyat’. Tema tersebut dimaksudkan untuk membangun kolaborasi yang produktif antara pemerintah dengan masyarakat sekitar hutan dalam pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan rakyat.

Hadi menyampaikan, Festival PeSoNa akan diikuti 73 partisipan, dengan jumlah booth 117 buah yang tersebar di kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

“Festival PeSoNa juga merupakan ajang sosialisasi program dan kegiatan yang terkait dengan kegiatan Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HA), dan Kemitraan Kehutanan khususnya, dan KLHK pada umumnya,” ucapnya.

Selain pameran yang menampilkan aneka produk hasil hutan bukan kayu oleh berbagai kelompok tani, PeSoNa tahun ini juga menghadirkan hidangan yang diolah dari bahan baku hutan yang dibalut dalam tajuk ‘Santap PeSoNa’.

Tidak hanya itu, dalam acara tersebut juga akan digelar sarasehan dan talkshow dengan tema besar ‘Saatnya Rakyat Bicara’, yang diselingi penampilan seni tradisional dari berbagai daerah di nusantara.

“Temu Usaha (seller meet buyer) merupakan agenda utama yang menjadi ajang bertemunya para kelompok tani penghasil produk Perhutanan Sosial non kayu, sebagai penjual dengan calon penyalur atau pembeli. Selain itu, diberikan ruang bagi pemuda yang mempunyai hobi seni lukis untuk menyalurkan bakat dan kreatifitasnya dalam event Live Mural,” ucap Hadi Daryanto.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*