Breaking News

Bagi Teroris, Ada Doktrin Bahwa Membunuh Anggota TNI-Polri Mendapat Pahala

Membunuh anggota TNI-Polri bisa mendapat Pahala. By Teroris.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Tito Karnavian mengatakan, dari pengakuan para anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Kelompok Santoso yang tertangkap aparat, terungkap bahwa dengan membunuh anggota TNI-Polri para teroris itu disebut akan mendapat pahala.

Dengan membunuh aparat TNI-Polri, bagi teroris merupakan pahala yang akan mereka terima. Karena mereka mendapatkan ajaran untuk mati syahid dengan  cara kontak senjata  dan konflik dengan petugas.

“Bagi mereka itu syahid. Kalau petugas mati, mereka mendapatkan pahala. Sehingga ketika kelompok dan kekuatan bersenjata tidak ada yang mengalah, risikonya kan akan ada korban,” papar Tito di Hotel Borobudur,  Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2016).

Tito Karnavian mengatakan, kelompok  Santoso merupakan kelompok yang terlatih. Menurutnya, kelompok Santoso tidak mudah untuk ditangkap hidup-hidup, karena kelompok tersebut mempunyai ketangguhan dalam berjuang.

“Mereka adalah kelompok yang terlatih dan militan. Meskipun badannya kecil, mereka punya militansi. Apalagi jika mengharapkan semua akan tertangkap hidup-hidup, akan sulit menurut saya,” kata mantan Kapolda Metrojaya itu.

Kelompok teroris tersebut  pun dikatakan dia tidak akan menyerahkan diri. Merka juga akan memberikan perlawan kepada Aparat jika ingin menangkap mereka.

Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso alias Abu Wardah sampai saat ini masih terus diburu. Aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung Dalam operasi Tinombala masih mengepung pegunungan yang merupakan tempat persembunyian Kelompok Santoso.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, Ibadurrahman alias Ibad alias Amru dan Muhammad Sulaeman alias Sul alias Ifan—keduanya adalah anak buah Santoso–yang kelaparan yang kemudian  turun gunung dan berhasil dibekuk aparat gabungan.

“Kemarin ada dua yang ditangkap karena terdesak, dia turun cari makanan ke masyarakat. Ini terus kita kembangkan,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Kapolri menjelaskan, kedua anak buah Santoso yang berhasil ditangkap Petugas Tinombala tersebut di Dusun Kampung Baru, Desa Padang Lembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Jumat (15/4/2016) pekan lalu.

Tertangkapnya kedua anak buah Santoso tersebut sangat bermanfaat bagi Satgas Tinombala. Polisi akan memanfaat kedua teroris tersebut untuk menggali informasi tentang posisi dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang masih bersembunyi.

“Itu tertangkap hidup, jadi bisa dapat banyak informasi dari sana untuk bisa kita lakukan pengejaran,” ungkapnya.

Bardodin menegaskan, tiadak ada kata menyerah untuk memburu kelompok MIT tersebut. Aparat gabungan akan terus memburu Santoso hingga berhasil didapatkan hidup atau mati.

“Santoso harus kita kejar sampai dapat,”tutup Kapolri.(Tornando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*