Breaking News

Atasi Kelangkaan Produksi Gula, Pindahkan Lahan dan Pabrik Tebu ke Lahan Eks Tambang

Atasi Kelangkaan Produksi Gula, Pindahkan Lahan dan Pabrik Tebu ke Lahan Eks Tambang.

Pemerintah diminta untuk memindahkan sentra produksi gula dari Pulau Jawa ke daerah-daerah lainnya, yang memiliki lahan bekas tambang, yang bisa diolah sebagai ladang tebu dan juga tempat mendirikan pabrik pengolahan tebu menjadi gula.

Upaya itu juga sebagai salah satu langkah yang bisa diharapkan mengurangi impor gula ke depan. Selain itu, rehabilitasi dan vegetasi lahan eks tambang, akan mampu meningkatkan produksi ladang tebu di masa mendatang.

Pakar Ekonomi Lingkungan dan Energi Universitas Parahyangan (Unpar) FH Husin menyampaikan, pabrik-pabrik pengolahan tebu menjadi gula yang selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa, sudah tidak efektif sebagai penghasil gula.

Selain sudah tidak berproduksi, pabrik-pabrik tua itu pun sudah bangkrut dan dialihfungsikan untuk keperluan lain.

“Sebaiknya sentra produksi tebu dan pabrik gula dipindahkan ke lahan-lahan eks tambang. Sebab, saat ini pun lahan tanaman tebu sudah sangat berkurang. Sehingga bahan baku untuk memproduksi gula di pabrik pun tidak terpenuhi lagi. Sudah tidak efisien dan tidak efektif lagi,” tutur FX Husin, Kamis (15/11/2018).

Menurut dia, beberapa pabrik pengolahan tebu di Jawa sudah harus direlokasi ke daerah-daerah yang memiliki lahan eks tambang. “Ini sudah tidak bisa kita hindarkan dengan perkembangan zaman ini,” ujarnya.

Harus diakui, lanjutnya, kondisi tanah perkebunan tebu di Jawa sudah tidak mendukunng. Sehingga, tumbuh kembangnya tebu pun tidak maksimal.

“Sebagai contoh, Pabrik Gula di Solo dan Boyolali, kini sudah dijadikan museum pabrik gula oleh Pemerintah dan Kementerian BUMN. Saya sudah ke museum itu. Ini artinya, pabrik gula di Jawa sudah tak bisa memproduksi gula lagi. Sementara kebutuhan terus meningkat. Harus ada solusi dan jalan keluarnya dong,” tutur Husin.

Dia pun meminta pemerintah mengambil langkah kreatif mengenai ketersediaan gula dan tebu di masa mendatang. Salah satunya dengan mengusahai lahan-lahan eks tambang dan lahan kritis lainnya yang selama ini dibiarkan begitu saja.

“Lahan-lahan itu bisa diolah dan direhabilitasi untuk kemudian ditanami tebu. Dan produksinya bisa dipergunakan untuk pabrik gula. Itu mestinya menjadi salah satu alternatif yang bagus yang harusnya dijalankan pemerintah, agar tidak ketergantungan dengan impor gula,” bebernya.

Lagi pula, lanjut dia, dengan dibukanya lahan-lahan eks tambang untuk produksi, maka akan mengurangi pengangguran. “Daya beli masyarakat akan meningkat, masyarakat bisa bekerja di lahan-lahan itu,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*