Breaking News

Aspirasi Buruh PT Pelindo I Belawan Tak Kunjung Digubris Presiden, Hari Kesembilan Aksi di Jakarta, SBSI Geruduk Kantor Menteri BUMN

Aspirasi Buruh PT Pelindo I Belawan Tak Kunjung Digubris Presiden, Hari Kesembilan Aksi di Jakarta, SBSI Geruduk Kantor Menteri BUMN.

Sudah sembilan hari ratusan buruh PT Pelindo I Belawan menggelar aksi damai di depan Istana Negara, mereka ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan langsung persoalan mereka yang sudah bertahun-tahun tidak digubris oleh Pemerintah Pusat.

 

Para buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu juga diketahui tiba di Jakarta setelah melakukan aksi long march atau berjalan kaki dari Kota Medan ke Jakarta sejak Jumat 20 Januari 2017, berjalan kaki selama 40 hari dengan menempuh jarak 2000 kilometer.

 

Belum mendapat respon dari Istana Presiden Jokowi, para buruh pada Senin (06/03/2017) menggeruduk Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 13, Jakarta Pusat.

 

Koordinator Aksi April Waruru menyampaikan, sejauh ini pihak Istana Negara masih menutup pintu bagi para buruh yang sejak tiba di Jakarta langsung menggelar aksi damai di depan Istana Negara.

 

Bahkan, menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Ketua DPC SBSI) Medan ini,  selama menjalankan aksi di depan Istana, buruh menginap di trotoar dan halte bus di seberang Istana Presiden. Kali ini, para buruh mendatangi Kantor Kementerian BUMN, dan meminta Menteri Rini Soemarno agar segera meminta PT Pelindo I Belawan mengangkat mereka sebagai karyawan tetap, serta membayarkan upah dan tunjangan mereka yang sudah bertahun-tahun tersendat. Para buruh juga menolak keras upaya pihak PT Pelindo I yang hendak mengalihkan mereka sebagai pekerja outsourcing dan dianggap kembali bekerja dari nol lagi.

 

“Sejak kami tiba di Jakarta, kami langsung menuju ke depan istana Merdeka, tapi kami di-cuekin dan dibiarkan begitu saja,” kata April di depan Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka  Selatan, Senin ( 06/03/2017).

 

Ratusan buruh yang bekerja di PT Pelindo I tersebut sudah bekerja rata-rata selama 15 tahun ke atas. Namun, secara tiba-tiba mereka dialihkan oleh perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara tersebut ke perusahaan outsoursing.

 

PT Pelindo I yang dibawahi Kementerian BUMN juga tidak membayar upah lembur karyawannya kurang lebih selama 3 tahun. “Kami meminta Menteri BUMN memikirkan nasib kami dan mengambil tindakan tegas terhadap jajaran Direksi PT Pelindo I yang mempermainkan kami selama ini. Kami juga meminta Presiden Joko Widodo segera menyediakan waktu bagi kami untuk bisa bertemu agar kami bisa sampaikan semua persoalan ini,” ujar April.

 

Para buruh juga tetap akan melanjutkan aksinya ke depannya Istana Negara dan meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menepati janjinya mewujudkan Nawacita.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*