Breaking News

Asik Liburan Imlek di Cina, Bos PT Long Teng Iron & Steel Tak Kunjung Daftarkan Buruhnya ke BPJS, Perusahaan Akan Ditindak Tegas

Asik Liburan Imlek di Cina, Bos PT Long Teng Iron & Steel Tak Kunjung Daftarkan Buruhnya ke BPJS, Perusahaan Akan Ditindak Tegas.

Memasuki pertengahan bulan Februari 2017, nasib ratusan buruh yang bekerja di PT Long Teng Iron and Steel masih terkatung-katung. Soalnya, pihak manajemen perusahaan pengolahan logam itu berdalih bahwa boss pemilik pabrik itu masih liburan Imlek di Cina. Alhasil, rencana mendaftarkan semua karyawan PT Long Teng Iron & Steel sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan pun terbengkalai.

 

Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis, Diah Wulandari mengungkapkan, ketika pihaknya berkomunikasi dengan manajemen PT Long Teng Iron & Steel, diberitahu bahwa big boss perusahaan masih liburan Imlek di Cina, sehingga tidak memungkinkan segera melakukan pengurusan kepesertaan BPJS bagi para karyawan pabrik.

 

“Belum ada perkembangan pendaftaran BPJS dari PT Long Teng Iron and Steel. Tadi saya konfirmasi ke HRD, tetapi infonya bahwa pimpinan mereka masih di Cina dari liburan Imlek yang lalu. Dan, HRD Cuma bilang, belum ada kabar kapan pimpinan mereka balik ke Indonesia,” ungkap Diah Wulandari saat dikonfirmasi, Senin (13/02/2017).

 

Meski begitu, Diah Wulandari berjanji bahwa pihaknya akan tetap memroses PT Long Teng Iron & Steel walaupun pimpinan perusahaan milik orang Cina itu tidak kembali ke Indonesia.

 

Diah menyampaikan, pihak BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis sudah memberikan waktu sampai Hari Kamis (16 Februari 2017) nanti, agar perusahaan itu memberikan progress report berupa pendaftaran karyawannya secara bertahap kepada BPJS Kesehatan di Pasar Kemis.

 

“Kamis ini kalau tidak ada respon, berkasnya akan kami teruskan untuk pemeriksaan di Unit Hukum, Komunikasi Internal dan Kepatuhan di kantor kami,” ujar Diah.

 

Pengawas BPJS Ketenagakerjaan di BPJS Cabang Kota Tangerang Diding menyampaikan, upaya untuk memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak kooperatif dalam mendafatarkan karyawannya sebagai peserta BPJS perlu kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Karena itu, dia berharap semua pihak yang berwenang saling bekerja sama menghadapi perusahaan yang tidak kooperatif seperti PT Long Teng Iron & Steel itu.

 

“Upaya kami tetap lakukan sesuai SOP dan kewenangan yang kami miliki, namun demikian tanpa adanya dukungan dari pihak terkait tidak mungkin Keputusan BPJS Tenaga Kerja terlaksana,” ujar Diding.

 

Salah satu upaya yang bisa dilakukan BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Diding, yakni melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

 

“Upaya kami tetap melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan Pemda cq Dinas Tenaga Kerja yang mempunyai tugas mengawasi masalah ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

Kepala Unit Hukum, Komunikasi Internal dan Kepatuhan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tiga Raksa Savitri menyampaikan,sejumlah langkah sudah dilakukan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pembantu Tiga Raksa namun sejumlah kendala dihadapi petugas ketika berhadapan dengan pihak manajemen perusahaan.

 

“Antara lain, pada 24 Januari 2017, RO tidak diperkenankan masuk menemui bagian HRD perusahaan. Melalui informasi yang disampaikan oleh sekuriti, di pabrik itu hanya ada ruang produksi, tidak ada HRD,” ungkap Savitri.

 

Kemudian, pihak BPJS Kesehatan Cabang Tiga Raksa pun mengirimkan himbauan kepada pihak manajemen PT Long Teng Iron & Steel agar segera mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS.

 

Savitri mengungkapkan, himbauan pertama diberikan pada tanggal 25 Januari 2017 saat bertemu dengan pihak HRD. Kemudian, himbauan kedua juga diberikan pada kunjungan kedua pada tanggal 6 Februari 2017, juga bertemu HRD.

 

“Dalam himbauan kedua itu disebutkan bahwa apabila dalam tujuh hari kerja himbauan diterima perusahaan namun tak juga mendaftarkan karyawan sebagai peserta BPJS, maka selanjutnya Tim Pemeriksa dari BPJS Kesehatan akan mengunjungi perusahaan tersebut sebagai tindak lanjut kunjungan sebelumnya,” ujar Savitri.

 

Dalam pertemuan dengan HRD yang kedua itu, lanjut Savitri, juga diserahkan surat pernyataan tentang komitmen akan segera mendaftarkan karyawan PT Long Teng Iron & Steel.

 

“Pada hari Jumat tanggal 10 Februari 2017, kami bertelepon ke pihak HRD menanyakan apakah Surat Pernyataan komitmen itu sudah bisa diambil? Jawab pihak HRD adalah mungkin pada hari Senin atau Selasa pihak manajemen akan menghubungi kembali untuk kepastiannya. Jadi kita masih tunggu perkembangannya,” ujar Savitri.

 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis, Shanti Lestari juga menekankan mengenai batas waktu yang diberikan kepada perusahaan peleburan baja tersebut, bahwa kesempatannya  tinggal satu hari lagi.  Hal itu ditegaskan Shanti setelah surat himbauan yang kedua diberikan kepada pihak perusahaan pada 6 Februari 2017, perusahaan diberikan waktu selama 7 hari kedepan untuk mendaftarkan Karyawannya.

 

“Tadi sudah kami konfirmasi Ke Human Resources Development (HRD) perusahaan, terkait dengan rencana mereka untuk registrasi hari ini. HRDnya bilang belum bisa karena Pimpinannya sedang berada di Cina,” kata Shanti Lestari saat dikonfirmasi, Senin, (13/02/2017).

 

Shanti mengatakan, jika sampai tanggal 14 Februari 2017 pihak perusahaan belum juga melakukan registrasi pendaftaran karyawannya kepada BPJS Kesehatan Cabang Pasar Kemis, maka berkasnya akan diteruskan ke Unit hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan tersebut.

 

Unit pemeriksa akan diturunkan ke PT Long Teng Iron & Steel dua hari setelah batas waktu regitrasi yang diberikan habis. BPJS Kesehatan Pasar kemis masih menunggu itikad baik dari pihak perusahaan untuk melakukan registrasi pendaftaran karyawannya ke BPJS Kesehatan.

 

“Jika sampai hari Selasa besok perusahaan belum juga melakukan registrasi, hari Kamis, tanggal 16 Februari, petugas pemeriksa kami yang akan turun menindaklanjutinya,” tambah Shanti.

Pejabat HRD PT Long Teng Iron & Steel Ahmad mengaku bahwa pihaknya masih berupaya membenahi data dan juga identitas para karyawannya agar bisa diproses secara bertahap dalam upaya pendaftaran ke BPJS.

 

Menurut Ahmad, persetujuan dari pimpinan perusahaan pun belum diperoleh sehingga masih menggantung di urusan administrasi saja. “Masih kami kumpulkan KTP karyawan, juga pembehanan data-data. Kami berharap bisa segera didaftarkan secara bertahap,” ujar Ahmad.

 

Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar segera memenuhi kewajiban perusahaan sesuai ketentuan Undang Undang yang berlaku, yakni mendaftarkan para karyawan sebagai peserta BPJS. “Kami akan berupaya memenuhi,” ujarnya.

 

Koordinator Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Wilayah Banten, Nurhamin menyampaikan, dari 600-an buruh di PT Long Teng Iron & Steel, separuhnya adalah anggota SBSI. “Dan mereka semua belum juga didaftar sebnagai peserta BPJS,” ujar pria yang akrab disapa Amin ini.

 

Amin menambahkan, sejauh ini para buruh masih menunggu niat baik dari manajemen PT Long Teng Iron & Steel untuk pendaftaran itu. Juga, kata dia, para petugas di Dinas Ketenagakerjaan Tangerang, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan hendaknya tidak mengambil langkah asal-asalan atas persoalan ini. “Ya mereka juga harus bertindak tegas dong,” ujar Amin.(JR/Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*