Breaking News

Antisipasi Arus Balik, Di Pusat Ibukota Sebanyak 256 Personil Disiagakan

Antisipasi Arus Balik, Di Pusat Ibukota Sebanyak 256 Personil Disiagakan.

Untuk mengamankan arus balik serta menjaga lalulintas aman dan kondusif, sebanyak 256 personil di Jakarta Pusat disiagakan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Jakarta Pusat, AKBP Juang Andi Priyanto saat menggelar apel kesiapan personel, alat-alat dan perlengkapan pendukung pengamanan bagi petugas di lapangan.

Apel kesiapan yang digelar di Mako Satwil Lantas Jakarta Pusat tersebut dipimpin langsung oleh AKBP Juang Andi Priyanto didampingi Wakasat Kompol Lilik Sumardi bersama Pamen dan jajaran personel Polantas Jakarta Pusat, Senin(18/06/2018).

“Tujuannya (apel persiapan) kita dari Jakarta Pusat satuan lalulintas mempersiapkan diri untuk arus balik dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Barat dan Sumatera. Kita pantau arus balik sudah mulai berlangsung, jadi jangan sampe datang ke Jakarta terus tumpah sehingga membuat mereka tidak aman dan kita lah yang bertanggungjawab untuk lalu lintasnya,” ujar AKBP Juang Andi Priyanto.

Selain 256 personel, pelayanan arus balik juga ditunjang kendaraan operasional sebanyak 71 unit motor dan 16 unit mobil, Juang bertekad mensukseskan pengamanan seluruh rangkaian arus balik.

“Titik yang menjadi pengamanan adalah, Stasiun kereta api yang berada di wilayah Jakarta Pusat, Terminal-terminal, Exit tol di lapangan tembak Senayan, Cempaka Putih dan tidak luput Tempat Wisata serta Objek Vital. Semua tempat keramaian, tempat wisata dan objek vital tetap dalam pantauan kami,” tuturnya.

Demi menindak segala bentuk aksi kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, lanjut dia, personel Lantas Jakarta Pusat juga dilengkapi dengan senjata api jenis Revolver standar Polri.

“Anggota saya persenjatai dengan 76 pucuk senjata, dan mereka sudah terlatih untuk menaklukkan musuh,” ujar AKBP Juang.

Untuk pengaturan lalu lintas, Juang bersama anggota telah melakukan pemenggalan ruas jalan dan menempatkan anggota yang siap melakukan pengaturan lalu lintas.

Antisipasi kepadatan lalulintas dilakukan dengan menempatkan anggota untuk melakukan pengaturan. Pada jalur yang kemacetannya panjang diutamakan mendahulukan  pemudik terlebih dahulu.

“Pemudik yang dari luar Jakarta yang kita utamakan lewat jalan tol dan keluar lewat jalan arteri jangan sampai ada bottle neck atau kemacetan yang terjadi,” ujarnya.

Selain itu, AKBP Juang juga mengaku meminta bantuan wartawan dan pers untuk saling berkoordinasi dengan aparat guna mengatasi persoalan lalulintas. “Khususnya info macet, silakan nanti hubungi kami. Kami sudah siap dan mungkin anggota kita akan cek siapa yang bertugas disitu,” tuturnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*