Breaking News

Anggota DPR Keponakannya Prabowo Subianto Bilang Tak Suka Sama Ahok

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra yang juga keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bilang secara personal tidak suka dengan Ahok.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra yang juga keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang berlandaskan hukum. Dan Pancasila atau lima prinsip menjadi segala dasar hukum yang ada di ngegeri ini.

“Itu sebabnya saya salah satu yang tidak setuju dengan pancasila itu dimasukkan kedalam 4 pilar itu. Karena pancasila itu dasar negara bukan sila. Semua yang lainnya itu keluar dari pancasila,” jelas Rahayu dalam Seminar Kebangsaan Menjadikan Wawasan Kebangsaan dan Pancasila Sebagai Sarana Pelayanan dan Partisipasi Politik Perempuan Gereja Se-Jabodetabek, yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Grha Oikoumene PGI, Lantai 3, Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat, (Jumat, 10/06/2016).

Jadi pada dasarnya, lanjut Politisi Gerindra itu, setiap manusia yang lahir di tanah air yang memegang lima prinsip ini sebagai dasar hidup kita.

“Ini adalah pancasila bukan panca kewajiban. Beda, artinya kewajiban itu diharuskan tidak ada pilihan yang diambil, tetapi menjadi pilihan hidup,” ujarnya.

Keponakan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto ini menilai, Indonesia tidak akan ada tanpa lahirnya Pancasila. Banyak negara, tambah dia, melihat kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sebagai keajaiban, karena Indonesia berbeda-beda tetapi masih Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, menurut Rahayu, sila pertama dalam Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, diartikan maknanya sebagai setiap warga negara, setiap jiwa yang lahir di tanah air Indonesia memiliki kebebasan untuk memilih keyakinannya masing-masing.

“Dan dalam kebebasan itu, artinya kita harus menghormati kebebasan memilih. Istilahnya orang lain itu harus saling menghormati,” ujar dia.

Kemudian, kemanusiaan yang adil dan beradab ini sangatlah penting. Beradab, kata dia, adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan ahlak.

“Ada seorang pemimpin yang dielu-elukan tapi bahasanya tidak sopan sama sekali. Secara personil saya tidak suka,” ungkap dia menyatakan sosok Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok itu salah satunya.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*