Breaking News

Amien Rais Disebut Mengata-ngatai Indonesia Sebagai Bangsa ‘Pekok’, Putrinya Angkat Bicara

Amien Rais Disebut Mengata-ngatai Indonesia Sebagai Bangsa ‘Pekok’, Putrinya Angkat Bicara.

Putrinya Amien Rais, Hanum Rais angkat bicara mengenai pemberitaan negatif yang dituduhkan kepada Ayahnya.

Hanum mengatakan, sedang viral  berbagai headlines yang menyatakan bahwa Amien Rais menyebut bangsa Indonesia sebagai bangsa ‘pekok’. Hanum Rais yang mengetahui hal ini mengkonfirmasi langsung kepada Ayahnya, “Apa benar beliau menyatakan demikian?”. Hal itu dilakukan Hanum saat ayahnya mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis (10/5/2018).

“Yang dikatakan Pak Amien sebenarnya adalah Indonesia jangan sampai menjadi bangsa yang pekok namun kemudian dipelintir media menjadi Indonesia bangsa yang pekok tentu saja framing seperti ini jahat sekali, karena konteks beritanya juga tidak disampaikan secara utuh,”  tutur Hanum Rais.

Hanum juga menegaskan, sudah beberapa kali pernyataan Amien Rais di-blejeti dan ditulis secara negatif.

“Ini bukan pertama kali statement Ayah saya dipelintir oleh media. Pernyataan tentang partai setan, dan nazar berjalan kaki juga diberitakan tidak sebagaimana yang sebenarnya,” lanjutnya.

Dia menerangkan, saat peluncuran buku terbarunya, Hanum Rais I am Sarahza pada event Islamic Book Fair (IBF) ke-17 lalu pun, Amien Rais menyatakan bahwa berita yang menceritakan dirinya nazar berjalan kaki 65 km untuk kemenangan seorang tokoh politik adalah hoaks.

“Saya bernazar untuk melakukan jalan kaki sepanjang 65 kilometer ketika benar anak saya Hanum diberikan keturunan, Sahraza ini,” kata Amien Rais saat berada di panggung utama IBF menunjuk Sarahza, Jumat (20/4).

Sarahza merupakan anak perempuan semata wayang Hanum Rais yang dinantikan oleh Hanum Rais dan suaminya setelah menikah selama 11 tahun lamanya. Nazar berjalan kaki itu pun, telah dilaksanakan oleh Amien Rais.

Hanum berharap, ke depan setiap orang hendaknya berpikir dan menimbang-nimbang secara sehat ketika hendak menuduh seseorang.

“Saya harap kedepannya setiap kali ada isu harus ber-tabayyun dulu. Jangan sampai asal comot dan ikut menjadi penyebar hoaks yang menimbulkan perpecahan,” pungkas Hanum.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*