Breaking News

Aliansi Mahasiswa Cipayung Jakarta Desak Pemerintah Percepat Pembubaran Ormas Anti Pancasila

Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi cipayung Jakarta meminta pemerintah agar mempercepat pembubaran organisasi masyarakat (Ormas) anti Pancasila.

 

Juru bicara aliansi mahasiswa Cipayung Jakarta, Tamtam Sanjaya mengatakan, kehadiran organisasi Ormas anti Pancasila seperti Hizbut Tahir Indonesia (HTI) sangat mengganggu kebhinekaan yang telah menjaga keutuhan di Indonesia sejak dari dahulunya.

 

“Mahasiswa Cipayung dengan tegas menolak masuknya HTI kedalam sendi-sendi dunia pendidikan tinggi karena merusak tatanan sosial di perguruan tinggi,” kata Tamtam disela-sela acara deklarasi Pancasila, di Kampus Universitas Bung Karno, Jakarta, Kamis (15/06/2017).

 

Tamtam meminta agar pemerintah segera menyelesaikan proses pembubaran Ormas HTI yang dinilai jalan ditempat.

 

“Secara prinsip kita mendukung upaya pemerintah membubarkan HTI namun harus diselesaikan secepat mungkin karena bisa merambat ke segmen lainnya,” ujarnya.

 

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta itu juga menegaskan, mahasiswa Jakarta akan terus mengawal dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

 

“Kita aliansi mahasiswa Jakarta dengan tegas menolak adanya ideologi lain yang berusaha merongrong ideologi Pancasila sebagai Ideologi yang sudah final dan tidak dapat diganggu gugat,” katanya.

 

Menurut Tamtam, Pancasila harus menjadi walking ideologi bangsa dan harus konkret di implementasinya dikehidupan masyarakat Indonesia.

 

“Pancasila itu bukan hanya diucapan saja tapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari karena Pancasila itu realitas bangsa yang sebenarnya,” pungkasnya.

 

Acara deklarasi Pancasila ini dihadiri organisasi mahasiswa Cipayung wilayah Jakarta, yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*