Breaking News

Akui Harga Minyak Dunia Turun, Namun Pemerintah Ogah Turunkan Harga BBM

Harga minyak mentah dunia kini menurun drastis menyentuh level terendah 30 US dolar per barrel. Menurunnya harga tersebut tidak diiringi penurunan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menegaskan, pemerintah selama ini telah memiliki aturan tersendiri dalam mengevaluasi harga penjualan BBM dengan melakukan peninjauan per tiga bulan sekali.

“Benar sekali bahwa harga minyak terus turun. Tapi kami punya aturan, peninjauan BBM dilakukan setiap tiga bulan sekali. Baru saja kami tinjau di awal 2016,” ujar Sudirman saat rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Senin, (25/12016).

Selain itu, lanjut Sudirman, penetapan harga BBM tidak hanya berdasarkan harga minyak dunia. Ada faktor-faktor pembentuk harga lain seperti kurs rupiah, mata rantai pasokan, dan lainnya.

“Faktor pembentukan BBM adalah harga minyak dunia, kurs rupiah, efisiensi mata rantai pasokan. Dan ini akan terus kita tinjau,” ujarnya.

Sudirman juga mengatakan, bahwa meski harga BBM turun, sayangnya hal itu tidak berdampak positif bagi harga pangan dan tarif transportasi.

“Kalau turun terlalu dalam, nanti yang paling dikorbankan adalah masyarakat kecil. Karena setiap kali penurunan harga BBM, pasti tidak akan terjadi penurunan harga pangan maupun transportasi. Tapi begitu ada kenaikan, ikutannya luar biasa,” katanya.

Pemerintah sendiri, kata Sudirman, mengaku telah mendapat masukan terkait hal tersebut. Namun untuk saat ini, demi mencegah adanya ketimpangan tersebut pemerintah tidak akan menurunkan harga BBM, meskipun harga minyak dunia terus menurun.

 “Kami akan ikuti sampai titik terendah penurunan harga minyak dunia, atau menerapkan batas bawah sehingga ada bantalan. Sehingga, masyarakat bawah tidak terlalu berdampak. Harga BBM harus ikuti irama harga keekonomian minyak dunia,” ujarnya. (RS)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*