Breaking News

Aktivis Kere Berkumpul, Bentuk Paguyuban Caleg Dhuafa, Berharap Pemilu Jujur & Adil

Aktivis Kere Berkumpul, Bentuk Paguyuban Caleg Dhuafa, Berharap Pemilu Jujur & Adil.

Sejumlah aktivis yang mencoba peruntungan lewat jalur politik akan mencalonkan diri lewat proses Pemilihan Legislatif.

Para aktivis yang men-caleg itu berharap dalam proses Pemilu mendatang akan berlangsung jujur dan adil.

Caleg Dhuafa alias caleg kere yang tergabung dalam Paguyuban Caleg Dhuafa (PCD) pun kepingin memperoleh kursi di DPR.

Ketua Presidium PCD Syafti Hidayat menuturkan,  Pemilu yang diagendakan pada 17 April 2019 mendatang, selain memilih Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, juga akan digelar Pemilihan Legislatif mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Ratusan ribu calon anggota legislatif akan bertarung memperebutkan kursi di 542 daerah pemilihan. Kami berharap proses pemilu berlangsung jujur dan adil,” tutur Syafti Hidayat, dalam siaran persnya, Selasa (22/05/2018).

Untuk menghadapi Pemilu itu, lanjut dia, sekelompok aktivis prodemokrasi menyatakan kesiapan maju menjadi legislator dan akan menghimpun segenap kekuatan bersih, progresif dan nasionalis.

“Bergabung  ke dalam wadah Paguyuban Caleg Duafa (PCD), sebagai alat perjuangan memperbaiki citra lembaga legislatif yang kian miring di mata publik,” ujarnya.

Aktivis yang akrab disapa Ucok ProDEM tersebut menerangkan, para caleg dhuafa yang tergabung akan bekerja mengamankan Pemilu 2019 agar berlangsung secara jujur dan adil.

Selama ini, lanjutnya, banyak keluhan dan kritik masyarakat bahwa banyak anggota dewan terhormat hanyalah 4D alias datang, duduk, diam dan duit, tak peduli akan janji kampanye.

“Terlebih, politik transaksional bagi-bagi uang kian merajalela, kursi wakil rakyat hanya menjadi alat tekan bancakan APBN dan APBD, lalai dalam mengontrol kekuasaan agar meningkatkan kesejahteraan rakyat” ujar Syafti Hidayat.

Untuk itu, kata dia, PCD telah mempersiapkan berbagai kerja-kerja konkrit, dimulai dengan melakukan kampanye terbuka anti politik uang, manipulasi data dan penyalahgunaan kekuasaan negara yang akan merusak Pemilu 2019.

“PCD juga akan bergotongroyong mendorong terpilihnya para calon legislator dengan rekam jejak kerakyatan yang panjang tetapi minim dalam hal pendanaan keuangan di era demokrasi yang kian liberalistik,” ujarnya.

Di awal pendirian, Ucok akan dibantu beberapa Koordinator Wilayah (Korwil) PCD, antara lain Ricky Tamba, Nandang Wirakusumah dan Kuldip Diva Singh, dengan mengandalkan grup WA guna menampung aspirasi dan saran dari jejaring calon legislator lintas partai dari berbagai daerah se-Indonesia.

“Pemilu 2019 harus jujur dan adil. Saatnya kita sudahi keterpurukan bangsa dan penderitaan rakyat. Ayo caleg duafa bersatu, kita bertempur gagasan dan komitmen kebangsaan melawan para elite dan politisi busuk yang hancurkan citra legislatif selama ini. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Terus berjuang bangkitkan daulat rakyat dan jaga NKRI,” pungkas Syafti Hidayat.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*