Breaking News

Aksi Long March SBSI Medan Ke Jakarta, Pintu Senayan Terbuka Bagi Buruh

Anggota Komisi 9 DPR RI Irgan Chairul Mahfiz: Pintu DPR terbuka lebar bagi kedatangan peserta long march buruh Medan ke Jakarta.

Ratusan buruh yang bekerja di PT Pelindo I melakukan aksi long march dari Medan ke Jakarta untuk menuntut agar hak-hak mereka dipenuhi. Aksi long march ini dilakukan dengan berjalan kaki, dengan mempergunakan sepeda motor dan mobil komando yang beriringan.

 

Aksi para buruh yang merupakan anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Medan itu dilakukan karena tempat mereka bekerja yakni PT Pelindo I tidak kunjung mengangkat mereka sebagai pegawai tetap. Padahal, karyawan tersebut sudah bekerja puluhan tahun lamanya. Dan malah akan dialihkan sebagai pekerja kontrak melalui jasa perusahaan outsourcing.

 

Menanggapi aksi tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfiz menilai tindakan yang dilakukan PT Pelindo I untuk tidak mengangkat mereka sebagai pegawai tetap merupakan tindakan yang kurang tepat. Sebab, selama bekerja puluhan tahun para pekerja tersebut telah memberikan segala keahliannya untuk memajukan PT. Pelindo I.

 

“Karyawan itu (PT. Pelindo I) kalau sudah puluhan tahun menjadi pekerja di Pelindo I harusnya sudah diangkat menjadi pegawai tetap. Jangan terus di outsourcing, kasihan terus menerus menjadi pegawai kontrak. Dan juga selama bekerja sebagai karyawan itu sudah dipergunakan keahliannya untuk perusahaan,” ujar Irgan di komplek DPR RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/01/2017).

 

Menurut Irgan, tindakan yang dilakukan oleh buruh SBSI Medan yang bekerja di PT Pelindo I harus diapresiasi. Apalagi, sampai melakukan long march dari Medan ke Jakarta yang jaraknya sangat jauh.

 

Selain itu, lanjutnya, jika ratusan karyawan tersebut ingin bertemu dan menyampaikan aspirasi ke DPR terkhusus Komisi IX, pintu akan terbuka lebar untuk mereka.

 

“Jika mereka datang ke DPR kita akan terima, pintu terbuka bagi buruh dan SBSI, apalagi mereka melakukan long march dari Medan ke Jakarta. Jangan sampai tindakan yang dilakukan ratusan karyawan itu malah didiamkan,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*