Breaking News

Ajakan Konsolidasi Rakyat Miskin, APKLI: Kami Sedang Puasa Hingga Wancine Tiba Untuk Nusawantoro Indonesia

Ajakan Konsolidasi Rakyat Miskin, APKLI: Kami Sedang Puasa Hingga Wancine Tiba Untuk Nusawantoro Indonesia.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengajak seluruh rakyat miskin di Indonesia mengkonsolidasikan diri menghadapi berbagai persoalan hidup yang terus menerus tak mendapat perhatian selama ini.

Ketua Umum APKLI Ali Mahsun menuturkan, apapun yang ada kondisi Indonesia saat ini merupakan bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Menurut dia, adalah kenyataan pahit dan sangat paradoksal bahwa bangsa dan negara besar, kaya raya dan strategis seperti Indonesia mendadak menjelma kerdil dan miskin.

“Dan seringkali harkat martabat bangsa ini dilecehkan oleh bangsa asing,” tutur Ali Mahsun, Jumat (07/09/2018).

Bahkan, menurut Ali, secara de facto Indonesia saat ini sudah tidak berdaulat lagi. Sebab, tata kelola bangsa dan negara Indonesia hampir paripurna dikendalikan kekuatan bangsa asing.

“Sedangkan baseline perjuangan kami sudah diputuskan dan tidak bisa diganggu atau dihambat oleh siapa pun. Yaitu hanya untuk dan demi merah putih dan NKRI, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia berjanji, APKLI tidak pernah berhenti, tidak pernah lelah bahkan tidak peduli atas resiko apa pun, untuk selalu menyampaikan kepada segenap rakyat, bangsa dan para pemimpin Indonesia agar selalu ingat dan menyelami arti dan makna perjuangan para leluhur nusantara.

“Leluhur  bangsa kita mengantarkan Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan 17 Agustus 1945,” ujarnya.

Dia menegaskan, pengorbanan totalitas melalui penderitaan panjang dan mendalam selama 350 tahun, bahkan puluhan juta nyawa mereka dihibahkan dengan ikhlas dalam menghadapi penjajahan bangsa asing.

“Untuk itu, anak bangsa yang saat ini masih jadi pecundang negeri segera taubatan nasuhah kembali ke Ibu Pertiwi. Pemuda dan mahasiswa serta rakyat kecil Indonesia harus bersatu dan solid berada di garda terdepan selamatkan merah putih dan NKRI,” ujar Ali Mahsun.

Oleh karena itu, lanjut Ali, pihaknya sudah memutuskan untuk percepat dan me-massifkan konsolidasi dan safari kawulo alit (rakyat kecil) Indonesia di seluruh pelosok negeri.

“Kami turun gunung menyapa, mendampingi, mendengarkan dan memberikan solusi atas keluh kesah rakyat yang semakin hari semakin terjepit dan hidupnya semakin susah di negerinya sendiri,” ujarnya.

Langkah ini, katanya, sebagai bagian dari upaya untuk menjaga nusantara Indonesia tetap utuh, merah putih dan NKRI tidak koyak berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Kalau rakyat bersatu dan solid, lanjutnya,  maka Indonesia tetap Indonesia tidak akan bubar dan takkan bisa dijajah bangsa asing.

“Untuk dinamika politik nasional lainnya kami sudah putuskan untuk puasa hingga  wancine tiba untuk Nuswantoro Indonesia atas izin dan kehendak Allah Swt Tuhan Yang Maha Jaiz,” pungkas Ali.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*