Breaking News

Abaikan Hak-Hak Pekerja, Awal Tahun 2017 Buruh Tuntut PT Pelindo I, Mogokkan Pelabuhan Belawan

Abaikan Hak-Hak Pekerja, Awal Tahun 2017 Buruh Tuntut PT Pelindo I, Mogokkan Pelabuhan Belawan.

Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumatera Utara melakukan aksi mogok di Pelabuhan Belawan.

 

Para pekerja yang merupakan Pengurus Komisariat SBSI Kopkartel UPTK Belawan itu telah melakukan aksi mogok sejak 2 Januari 2017 di Pelabuhan Belawan.

 

Sekretaris Jenderal DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Andi Paraga FT Naja menjelaskan, buruh yang melakukan aksi mogok di Belawan itu adalah anggota SBSI wilayah Sumatera Utara.

 

“Mereka menolak status mereka dialihkan ke perusahaan outsourching,” ujar Andi Paraga Naja, Selasa, (3 Januari 2017).

 

Dijelaskan Andi, aksi mogok buruh di Belawan itu dipimpin langsung oleh Koordinator Wilayah SBSI Sumatera Utara Arsula Gultom.

 

Dengan menggelar spanduk-spanduk dan poster-poster, buruh di Pelabuhan Belawan itu sudah memogokkan pelabuhan belawan sejak Senin (2 Januari 2017). Komando Aksi dengan membawa berbagai spanduk dan poster. Arsula Gultom mengatakan, aksi unjukrasa dilakukan selama tiga hari.

 

“Mogok kerja dan unjukrasa dilakukan pada tanggal 2 sampai 4 Januari 2017,” kata Arsula Gultom.

 

Pada aksi mogok kerja dan unjukrasa tersebut, kata Arsula, mereka menolak dialihkannya kepada pihak perusahaan outsourcing. “Para pekerja meminta agar dijadikan sebagai pekerja tetap serta meminta agar dibayarkan uang lembur pekerja,” ujarnya.

 

Sementara itu, Didin salah seorang pekerja yang melakukan aksi mogok itu menambahkan, buruh Korkapel UPTK (koperasi karyawan pelabuhan unit peti kemas) demo PT Pelindo I di Jalan Pelabuhan Raya tepatnya simpang Ocean Pacific Belawan itu dipicu lambannya penanganan masalah gaji serta status para buruh di PT Pelindo I. Bahkan uang lembur buruh dari tahun 2012 belum juga dibayarkan oleh PT Pelindo I.

 

“Kita tak akan bekerja sebelum PT Pelindo menetapkan status semua buruh. Masa kami yang telah bekerja belasan tahun mau dioutsourcingkan lagi. Kan ini sudah tak benar lagi,” ujar Didin.

 

Dari tuntutan para buruh saat aksi demo kepada PT Pelindo I adalah meminta dihapuskannya sistem outsourcing. “Jangan kami dijadikan sapi perahan, audit manajemen Kopkarpel UPTK serta menolak pengalihan karyawan Kopkarpel UPTK menjadi tenaga outsourcing,” ujarnya.

 

Sebelumnya, di bulan Februari 2016 pihak buruh dengan PT Pelindo I sempat mengadakan pertemuan terkait permasalahan. Saat itu pihak PT Pelindo I sendiri berjanji akan segera menuntaskan persoalan secepat mungkin. Tapi tunggu punya tunggu persoalan hingga kini tak kunjung selesai juga.

 

Sementara itu, selain menolak dialihkan ke perusahaan outsoursing, karena buruh sudah bekerja beberapa tahun, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi di Pelabuhan Belawan, April Waruru menyerukan tuntutan mereka.

 

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur, mendesak PT Pelindo I menjalankan hak-hak normatif buruh sesuai Undang Undang Ketenagakerjaan, serta meminta Pelindo menghentikan diskriminasi terhadap buruh,” ujar April Waruwu, yang juga Ketua DPC SBSI Medan itu.

 

Akibat demo itu jalan masuk menuju ke terminal BICT dihempang dengan 5 buah gerbong kontainer berukuran 40 feet serta dijaga puluhan aparat kepolisisan dan TNI serta pengamanan dalam dari PT Pelindo 1.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*