Breaking News

Diduga Gelapkan Harga Kelapa Sawit, Ketua Koperasi di Palembang Dipolisikan

Palembang, SINARKEADILAN.COM – Belasan orang petani kelapa sawit, perwakilan dari 135 petani yang tergabung dalam tujuh kelompok tani (Koptan), didampingi kuasa hukumnya Sandi Ebenezer Situngkir SH, MH, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, pada hari Sabtu, 11 Februari 2017.

Kedatangan belasan orang petani kelapa sawit ini tak lain untuk melaporkan H Jamil, Ketua Koperasi Arga Sukses Sejahtera, karena melakukan penggelapan hasil penjualan buah sawit milik petani selama kurang lebih tiga tahun.

Kuasa Hukum kelompok petani plasma dibawah naungan PT Musi Banyuasin Indah (MBI), Sandi Ebenezer Situngkir SH, MH, menyatakan H Jamil sebagai pengurus koperasi dipercaya untuk menerima pembayaran Tandan Buah Sawit dari PT MBI yang sudah ada kesepakatan bahwa H Jamil sebagai pengurus mendapatkan fee (biaya) 20 rupiah perkilogram.

“Tapi dalam kenyataannya Pak H Jamil memotong 200 rupiah perkilogramnya. Selain itu, ada insentif harga yaitu subsidi harga dasar dari yang ditentukan oleh dinas perkebunan Musi Banyuasin dan harga yang ditentukan PT MBI tidak juga diserahkan kepada petani dengan data yang ada per-Oktober hingga Desember total kerugian yang dialami kelompok tani mencapai 150 juta perbulan dan ini sudah berlangsung selama tujuh tahun,” urainya.

Guna menelisik kerugian, Sandi berharap kepada PT MBI agar mau menyerahkan data-data agar para petani mendapatkan keadilan. Dan pihak kepolisian juga harus mengusut kasus penggelapan dan bisa mengembalikan uang petani.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian melakukan tindakan hukum kepada H Jamil dan PT MBI memberhentikannya sebagai pengurus koperasi,” tegas dia.

Sementara itu, Parulian Sinaga salah satu petani sawit warga Desa Bukit Sejahtera, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin ini mengaku kerugian petani sawit dari penggelapan yang dilakukan oleh H Jamil bervariasi tergantung dari hasil panen Tandan Buah Segar Sawit yang peroleh.

“Kalau saya kurang lebih tiga tahun ini dengan kerugian mencapai rata-rata lima belas sampai dua puluh juta perbulannya, saya berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus penggelapan yang telah dilakukan oleh H Jamil,” pungkasnya.(Vic/SK-2/dbs)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*