Breaking News

25 Juta PKL Jangan Dianggap Enteng, Pemerintah Harus Bantu Pedagang Kaki Lima

25 Juta PKL Jangan Dianggap Enteng, Pemerintah Harus Bantu Pedagang Kaki Lima.

Pemerintah kembali diingatkan untuk serius membantu para Pedagang Kaki Lima (PKL). Sebab, dalam proses perekonomian, PKL merupakan salah satu ujung tombak yang menjaga pangsa pasar di Indonesia, serta mampu bertahan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terjangkau.

 

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun mengingatkan, untuk PKL, ada lima fasilitas, yang dikenalnya sebagai Fasilitas Lima Pilar Revolusi Kaki Lima yaitu, pertama, fasilitas lahan usaha PKL,  kedua, fasilitas keuangan, baik untuk modal mau pun pengembangan usaha PKL tanpa agunan dengan bunga terjangkau. Ketiga, fasilitas barang dan jasa usaha PKL dengan harga lebih premium (murah) dan cara yang mudah. Empat, fasilitas daya dukung teknologi informasi dan komunikasi Usaha PKL, dan, kelima, fasilitas pendampingan usaha PKL.

 

“Kekuatan besar ekonomi dengan 25 juta PKL Indonesia akan mampu menembus bursa efek dunia,” ujar Ali Mahsun, usai menandatangani Nota kesepahaman (MOU) antara APKLI  dengan PT. Multiraya Propertindo Ayla dan Asosiasi di Pusat Perniagaan Indonesia, di Financial Club Graha CIMB Niaga Jakarta.

 

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah dan pihak-pihak lain juga bertekad untuk melakukan percepatan pengadaan fasilitas lima (5) pilar revolusi kaki lima Indonesia.

 

“Untuk menegakkan ekonomi rakyat dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (09/05/2017).

 

Upaya mempercepat tersedianya fasilitas lima (5) pilar revolusi kaki lima Indonesia itu pun menjadi perhatian bersama. Selain itu, langkah ini juga menjadi Global Network atau duta PKL Dunia.

 

“Kenapa demikian? Potensi kekuatan ekonomi PKL Indonesia sangat besar. Jika terkonsolidir dengan baik dan terkelola secara profesional menjadi pilar utama ekonomi rakyat dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia. Kalau Sdr. Ayla Dewi Anggraeni meyakini PKL mampu masuk Bursa Efek Indonesia, lebih dari itu, PKL mampu menembus bursa efek dunia,” ujar Ali Mahsun.

 

Ketua Harian DPP APKLI 2017-2022, Ayla Dewi Anggraeni setuju bahwa PKL adalah potensi yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia.

 

“Sebanyak 25 juta PKL Indonesia, ini sama seperti mengelola Negara Vietnam atau Malaysia. Oleh karena itu, saya bentuk TIM 9 yang gesit dan profesional sebagai Tim Percepatan Fasilitas Revolusi Kaki Lima Indonesia.  Kerja sama dan soliditas akan menentukan capaian lima tahun ke depan dan kita sama-sama memerangi kemiskinan di negeri tercinta Indonesia,” ujar Ayla Dewi Anggraeni.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*