Breaking News

10 Ribu Pekerja Jalan Tol Terancam PHK, Program GTO Tak Berguna

10 Ribu Pekerja Jalan Tol Terancam PHK, Program GTO Tak Berguna.

Diprediksi sebanyak 10 ribu pekerja Jalan Tol akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat diberlakukannya program Gerbang Tol Otomatis (GTO).

 

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Traksaksi Tol Non Tunai di Jalan Tol telah mencanangkan program Gerbang Tol Otomatis (GTO). Program ini sudah dimulai sejak Agustus 2014 melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan puncaknya akan di mulai seluruh indonesia pada per 31 Oktober 2017. Sementara itu kalangan mahasiswa menilai program tersebut akan membawa masalah baru.

 

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Raya, David Aqmal menuturkan ada banyak indikator yang mengakibatkan GNNT belum bisa diterapkan di Indonesia.

 

Dalam Pasal 31 ayat 5 UUD 1945, pemerintah dimanatkan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

 

“Saat ini pemerintah telah melanggar aturan, yang mana untuk menggunakan teknologi itu harus dilihat keadaan dan kondisi bangsa ini. Apakah ketika kemajuan teknologi itu dipergunakan atau diterapkan tidak akan membawa hal negatif terhadap rakyat Indonesia, dan apakah telah menjamin kesejahteraan bagi rakyat Indonesia?” katanya dalam keterangan persnya, Senin (16/10/2017).

 

Jika melihat kondisi saat ini, ketika GNNT diterapkan maka lebih dari 10.000 pekerja jalan tol seluruh Indonesia akan kehilangan pekerjaannya. Sementara, data Badan Pusat Statistik ( BPS) per Mei 2017 menyebutkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang.

 

“Harusnya pemerintah fokus untuk mencari solusi bagaimana membuka lapangan pekerjaan bagi 7 juta orang yang menganggur tersebut, bukannya malah mem-PHK orang yang telah mempunyai pekerjaan,” ujar David.

 

Dia berpendapat, sumber utama kemacetan di jalan tol itu bukan dari menumpuknya kendaraan di pintu gerbang tol pembayaran, melainkan dari kendaraan yang begitu banyak yang berada di jalan tol khususnya di Jakarta. Dimana hampir 5 juta kendaraan tiap harinya melewati jalan tol, hampir 1.500 setiap hari kendaraan baru dibeli oleh konsumen. Sementara infrastuktur jalan, terutama jalan tol, tidak ada pelebaran jalan dan tol baru sebagai antisipasi kemacetan di jalan tol.

 

“Ini menjadi ancaman sangat serius bagi bangsa dan generasi kedepannya, saya bukan menolak teknologi tetapi teknologi harus digunakan dengan melihat situasi dan kondisi di suatu negara,” ujarnya.

 

Jika GNNT diterapkan, maka Indonesia akan menghadapi lebih banyak masalah pengangguran, kemiskian, hingga tidak ada jaminan kesehatan gratis bagi semua rakyat Indonesia.

 

Selain itu, pemerintah juga belum menyediakan tunjangan bagi pengangguran, pendidikan gratis bagi seluruh rakyat, serta transportasi publik yang gratis dan mudah diakses.

 

“GNNT belum saatnya diterapkan, ketika diterapkan justru akan banyak muncul masalah baru,” tandasnya.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan masyarakat harus memanfaatkan non tunai di gerbang tol nantinya. Sebab skema ini bakal mengurangi antrean di jalan bebas hambatan tersebut.

 

“Jadi tolong jangan dilihat ini sekedar mengubah dari tunai menjadi nontunai, ini lebih dari itu,” katanya.

 

Darmin mengatakan, semua transaksi dilakukan dengan aplikasi-aplikasi sensorik yang nantinya langsung bisa dihubungkan dengan account di bank yang mengeluarkan kartu uang elektronik. Darmin juga mengingatkan bahwa persiapan dalam kegiatan non tunai di gerbang tol ini sudah sangat panjang, maka harus dilakukan lebih maksimal agar seluruh masyarakat bisa teredukasi.

 

“Ini persiapannya sudah panjang, karena persiapannya sudah banyak, jadi harus maksimal pelaksanannya,” ucapnya.

 

Pemerintah optimis bahwa hingga akhir Oktober 2017, penggunaan uang elektronik di ruas jalan tol mampu mencapai 100 persen, yang artinya masyarakat sudah semuanya melakukan pembayaran non tunai.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*